Singkatnya, politik kita yang bebas aktif tidak pernah dimaksudkan sebagai pembukaan tanpa pagar. Sebaliknya, semua menuntut kemandirian dalam memilih mitra dan ketegasan dalam menjaga batas. Bebas bukan berarti menyerahkan diri. Aktif bukan berarti telanjang tanpa seleksi: pilih untuk pilah.
Mengapa peringatan itu penting? Karena, negara pancasila adalah entitas yang menghabisi beban warganya. Bukan sebaliknya: negara menjadi beban bagi warganya.
Ingatlah bahwa jihad menegakkan kebenaran dan kewarasan publik lewat kredo politik bebas aktif, itu tak mudah. Terkadang yang paling mematikan bukan pasukan yang berlari paling cepat melainkan barisan yang tahu kapan harus menekan, dan kapan harus membuat musuhnya menoleh ke belakang, dengan rasa takut bin gentar.
Opini ini ditulis oleh Yudhie Haryono, CEO Nusantara Centre.
