“Kalau kita tanyakan ke Hino atau lainnya, kadang supplier-nya ‘dikeroyok’ oleh berbagai merek, itu juga tambah sulit mereka,” ucapnya.
Opsi 4x4 Masih Terbatas
Terkait kebutuhan kendaraan niaga berpenggerak 4x4, Rizwan mengakui pilihan model di pasar domestik memang belum banyak.
“Kami juga tidak bisa terlalu banyak bicara. Belum ada perkembangan terakhir, istilahnya tidak ada deal lebih lanjut,” tegasnya.
Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara memberi sinyal akan menunda keputusan impor pikap tersebut. Langkah ini diambil setelah adanya respons dari DPR.
“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut,” kata Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, dikutip dari Antara.
Dengan situasi ini, arah pemenuhan kebutuhan kendaraan operasional Koperasi Merah Putih masih menunggu perkembangan lanjutan antara pemerintah, industri otomotif nasional, dan pihak Agrinas.
