Profil Cut Rizki, Influencer yang Viral Usai Keluhkan Waktu Sahur Ganggu Tidur Malam

Senin 23 Feb 2026, 12:15 WIB
Cut Rizki Vhonsana, beauty influencer yang viral usai pernyataannya tentang sahur menuai respons publik. (Sumber: Threads/@uptodatenetizen)

Cut Rizki Vhonsana, beauty influencer yang viral usai pernyataannya tentang sahur menuai respons publik. (Sumber: Threads/@uptodatenetizen)

Respons keras tersebut menunjukkan bahwa publik menganggap figur dengan jumlah pengikut besar memiliki tanggung jawab moral terhadap ucapannya, terutama terkait isu keagamaan.

Profil Cut Rizki Vhonsana

Di luar kontroversi tersebut, Cut Rizki Vhonsana dikenal sebagai beauty influencer yang fokus pada edukasi self-love dan perawatan kulit berjerawat.

Melalui akun Instagram @crvhons, ia kerap berbagi pengalaman pribadinya menghadapi acne prone skin. Keberaniannya tampil tanpa filter membuat banyak pengikut merasa terinspirasi.

Berikut biodata singkatnya:

  • Nama Lengkap: Cut Rizki Vhonsana
  • Tahun Lahir: 1995
  • Usia: ±30 tahun (2025)
  • Pendidikan: Alumni Institut Bisnis Nusantara
  • Profesi: Beauty Influencer & Content Creator
  • Akun Instagram: @crvhons

Ia juga aktif menyuarakan pesan penerimaan diri dan mendorong pengikutnya untuk tidak minder karena kondisi kulit.

Baca Juga: Daftar Artis Wanita Penerima Beasiswa LPDP, Ada Siapa Saja?

Tinggal di Mana Cut Rizki Vhonsana?

Pertanyaan mengenai domisili Cut Rizki semakin ramai dicari sejak namanya viral. Ia diketahui berasal dari Aceh, namun menempuh pendidikan tinggi dan membangun karier di Jakarta.

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi mengenai alamat tempat tinggalnya saat ini. Jakarta dipilih banyak kreator karena menjadi pusat industri kreatif, profesional endorsement, serta peluang kolaborasi digital.

Sebelum polemik ini, Cut Rizki telah dikenal sebagai acne fighter yang konsisten memperlihatkan kondisi kulitnya apa adanya. Ia memberikan edukasi tentang perawatan kulit berminyak dan berjerawat, serta membahas isu kepercayaan diri. Pendekatannya yang autentik membuatnya memiliki komunitas pengikut yang loyal.

Kasus ini menjadi pengingat mengenai risiko oversharing di media sosial. Figur publik, apa pun bidangnya, memiliki pengaruh besar terhadap audiens. Komentar yang dianggap meremehkan praktik ibadah dapat menimbulkan sentimen emosional. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana pernyataan sederhana di ruang digital dapat berkembang menjadi kontroversi besar ketika menyentuh isu sensitif.


Berita Terkait


News Update