Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan korban, kebakaran dipicu oleh sambaran petir saat intensitas hujan cukup tinggi.
“Sambaran petir mengenai bagian rumah sehingga menimbulkan percikan api dan dengan cepat membesar karena sebagian bangunan dan isi warung mudah terbakar,” jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50 juta akibat kerusakan bangunan dan barang dagangan yang terbakar.
“Kami sudah melakukan langkah-langkah kepolisian serta berkoordinasi dengan pihak Desa Tenjoayu guna pendataan dan penanganan lanjutan,” ungkapnya.
