DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 12 remaja pelaku tawuran mengikuti program pesantren kilat yang digelar Polres Metro Depok.
Program ini dilakukan sebagai pembinaan para remaja yang saat itu diamankan warga, sebelum dibawa ke Mapolsek untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan awal.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras mengapresiasi peran masyarakat yang telah berhasil mencegah aksi tawuran.
"Terima kasih kepada masyarakat yang ikut proaktif membantu petugas kepolisian dalam mengamankan para pelaku tawuran yang terjadi di daerah Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu dini hari, 21 Februari 2026," ujar Abdul Waras kepada Poskota Senin, 23 Februari 2026.
Baca Juga: Kecelakaan di Citayam Depok: Polisi Pastikan Pengemudi Negatif Narkoba dan Alkohol
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu menghubungi aparat kepolisian, jika mengalami gangguan keamanan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor bila menemukan aktivitas yang mengarah pada gangguan keamanan. Segera laporkan hubungi Call Center 110 bebas pulsa apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kejadian disekitarnya," ucapnya.
12 Remaja Dibina selama 2 Hari
Peristiwa tawuran ini terjadi pukul 01.30 WIB, kemudian warga bersama petugas berhasil mencegah aksi tersebut dan kemudian mengamankan sebanyak 12 remaja.
Dari pengakuan para remaja ini, diduga mereka sudah membuat janji untuk bertemu di lokasi antara Kampung Rawasari dan Kampung Pulo.
Baca Juga: Diduga Hendak Tawuran, 10 Pelajar di Jalan Ahmad Yani Bekasi Dibekuk
Abdul Waras menyebutkan ke-12 remaja setelah dilakukan pendataan awal oleh penyidik segera diserahkan ke unit Satuan Binmas Polres Metro Depok untuk mengikuti pesantren kilat selama 2 hari.
"Proses Pesantren Kilat dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Polres Metro Depok. Selain itu selama kegiatan tersebut, para remaja mengikuti salat berjamaah, menerima bimbingan dan penyuluhan agar tidak mengulangi perbuatan yang salah, lebih menjaga masa depan, serta menghormati orang tua. Pembinaan rohani juga diisi dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama," tuturnya.
“Harapannya program ini memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran para remaja untuk menjauhi tawuran,” sambungnya.