PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Belasan kios pedagang di pasar ikan Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ludes dilahap si jago merah.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026 sore, sekitar pukul 17.35 WIB menjelang waktu berbuka puasa itu langsung menghebohkan warga sekitar.
Saat kejadian, warga dan para pedagang di kawasan tersebut berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun dugaan sementara dipicu oleh korsleting aliran listrik di kawasan itu.
Baca Juga: Patroli Blue Light Polsek Cikande Gagalkan Tawuran, 7 Remaja Diamankan di Terowongan Tambak Kibin
Namun, dari data sementara yang berhasil dihimpun, ada sekitar 19 kios pedagang yang terdampak bencana kebakaran tersebut.
Puluhan warga pun nampak berusaha untuk melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Namun kobaran api sulit dipadamkan.
Tidak lama.kemudian, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, menerjunkan satu unit mobil damkar yang berada di pos Labuan.
Setelah dilakukan proses pemadaman, api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.00 WIB. Namun, kondisi bangunan sudah hangus dan rata dengan tanah.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Anak Berujung Maut di Sukabumi, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik
Salah seorang warga sekitar, Rahmat, 45 tahun mengaku, ia melihat api muncul dari salah satu kios sebelum akhirnya membesar dan merambah ke bangunan kios yang lain.
“Awalnya cuma asap kecil, lalu tiba-tiba api membesar. Pedagang langsung panik dan berteriak minta tolong,” ungkapnya.
Ia dan warga lainnya pun berusaha untuk melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun kobaran api tetap sulit dipadamkan.
"Api begitu cepat merambah ke bangunan lain. Sehingga sulit dipadamkan," kata dia.
Baca Juga: Terungkap! Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Penuh Luka, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan KDRT
Warga lainnya, Siti, 38 tahun mengaku terkejut ketika dirinya tiba-tiba melihat ada asap hitam membungbung tinggi dari kediamannya.
“Rumah saya kan dekat lokasi kebakaran, awalnya kaget liat ada asap hitam dari teras rumah, dikira ada yang lagi bakar sampah ternyata kebakaran bangunan," ujarnya.
Ia bersama warga lainnya pun berhamburan ke luar rumah untuk menghindari kebakaran tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Iya, kami langsung lari ke jalan dan teriak-teriak minta tolong," ucapnya. (fat)