Jejak sejarah Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Tangerang Selatan. (Sumber: Ali Mansur)

JAKARTA RAYA

Dari Surau Bambu ke Bangunan Megah, Jejak Sejarah Masjid Agung Al-Jihad Ciputat

Minggu 22 Feb 2026, 21:00 WIB

CIPUTAT, POSKOTA.CO.ID - Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan aktivitas Pasar Ciputat berdiri kokoh Masjid Agung Al-Jihad Ciputat dengan nuansa hijau mint.

Siapa sangka, masjid tertua di Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut sebelumnya hanya sebuah surau kecil pada masa kolonial Belanda. Masjid ini juga menyimpan jejak panjang sejarah perjuangan dan penyebaran Islam di wilayah tersebut. 

Bangunan masjid tampak mencolok dengan dominasi warna hijau mint, kubah besar di bagian tengah, serta menara tinggi yang menjulang.

Kaligrafi menghiasi sejumlah sudut bangunan, memperkuat nuansa religius yang terasa sejak memasuki halaman. Letaknya yang persis di seberang Pasar membuat masjid ini tidak pernah sepi, terutama pada saat bulan Ramadhan. 

Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Buka Puasa Gratis di Jakarta, Ramai Diserbu saat Ramadhan

"Masjid ini dulunya itu hanya musala kecil atau surau yang terbuat dari bambu-bambu,” tutur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Bachrudin kepada Poskota, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurut cerita turun-temurun itu, lahan yang awal semak belukar itu, dibeli oleh seorang saudagar keturunan Arab yang dikenal dengan nama Tuan Wan Salim atau Tuan Salim.

Masjid Agung Al-Jihad Ciputat, Tangsel. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Ia datang ke Ciputat untuk berdagang sekaligus menyebarkan ajaran Islam di wilayah Ciputat dan sekitar pada saat itu. Sayangnya, tidak banyak catatan sejarah yang menceritakan asal muasal masjid tersebut.

Di lahan tersebut, tuan Salim membangun sebuah surau atau mushala sederhana berdinding bambu dan beratap ijuk dan kemudian di diwakafkan bagi masyarakat.

Baca Juga: Kapan Anak Sebaiknya Mulai Puasa Seharian Penuh? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Khalid Basalamah

Seiring waktu, bangunan itu berkembang menjadi Masjid Jami Ciputat sekitar 1920-an, sebelum akhirnya dikenal dengan nama Masjid Agung Al-Jihad setelah dikelola yayasan pada akhir 1990-an. 

Masjid dua lantai tersebut telah mengalami sejumlah renovasi besar pada 1970-an. Setidaknya hingga saat ini, telah terjadi tiga kali renovasi sejak masa awal berdiri. Saat ini interiornya didominasi warna krem dengan lantai marmer. Terdapat lampu kristal menggantung di bawah kubah, dengan ornamen langit cerah menghiasi bagian dalamnya.

“Ini kita sudah mengalami tiga kali renovasi ya, dari mulai surau, naik ke masjid,” kata Bachrudin.

Masjid dua lantai itu juga pernah dikenal luas karena menjadi ikon adzan di televisi nasional pada tahun 1960-an. Masjid ini juga pernah menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar seperti Pondok Aren dan Pamulang.

Baca Juga: Melihat Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Pakansari, Terbesar dan Gratis

Bahkan masjid ini juga menjadi ruang dakwah sejumlah ulama besar, salah satunya Buya Hamka yang beberapa kali mengisi pengajian.

Menyambut bulan suci Ramadan 1447 hijriah, DKM Masjid Agung Al-Jihad Ciputat kembali menggelar program berbagi takjil bagi jemaah dan musafir yang singgah.

Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekitar. Penyediaan makanan berbuka dilakukan secara terjadwal dengan melibatkan partisipasi warga.

“Setiap hari kita buat jadwal, kurang lebih itu ada sekitar 25 sampai 30 orang yang setiap harinya itu mengirim makanan untuk berbuka puasa untuk jemaah dan musafir,” terang Bachrudin.

Selain berbuka bersama, kata Bachrudin, pihaknnya juga menggelar rangkaian ibadah malam selama Ramadan. Hikmah Ramadan dilaksanakan satu kali dalam sepekan, yakni setiap Sabtu malam setelah shalat Isya, kemudian dilanjutkan tarawih dan witir. Melalui berbagai kegiatan tersebut, ia berharap kebersamaan dan semangat berbagi di bulan suci dapat terus terjaga.

"Untuk zakat, kami tidak hanya sekitar masyarakat di masjid sini aja. Jadi banyak warga masyarakat yang dari mana-mana pun juga, mereka terkadang mau pulang kampung membayar zakat di kita juga," ujarnya. (man)

Tags:
Masjid Agung Al JihadCiputat Tangerang SelatanRamadhan

Ali Mansur

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor