Umat Islam melaksanakan shalat tarawih di Masjid Istiqlal. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

RAMADHAN

Perbedaan Niat Salat Tarawih Sendiri dan Berjemaah, Ini Bacaan dan Artinya

Sabtu 21 Feb 2026, 15:27 WIB

POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan 2026 selalu menjadi waktu yang dinanti umat Islam di seluruh dunia. Di bulan penuh berkah ini, setiap amal ibadah dijanjikan pahala berlipat ganda dan menjadi kesempatan untuk meraih ampunan Allah SWT.

Salah satu ibadah sunnah yang paling identik dengan Ramadhan adalah salat Tarawih. Ibadah yang dikerjakan pada malam hari ini rutin dilaksanakan setelah salat Isya dan menjadi momen kebersamaan, terutama saat dilakukan secara berjemaah di masjid.

Meski demikian, salat Tarawih juga bisa dikerjakan sendiri di rumah. Perbedaan pelaksanaan tersebut turut memengaruhi bacaan niatnya.

Lalu, apa perbedaan niat salat Tarawih sendiri dan berjemaah? Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari bacaan niat hingga tata caranya.

Baca Juga: Antisipasi Tawuran Saat Ramadhan, Polisi Bubarkan Remaja Nongkrong sampai Dini Hari di Depok

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Tarawih

Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) di bulan Ramadhan. Pelaksanaannya dilakukan pada malam hari setelah salat Isya dan biasanya ditutup dengan salat Witir.

Dalam praktiknya, salat Tarawih lebih utama dilakukan secara berjemaah. Namun, jika tidak memungkinkan, umat Islam tetap bisa mengerjakannya sendiri (munfarid) di rumah.

Baca Juga: Hukum Bersiwak di Siang Hari Puasa, Bolehkah? Ustaz Adi Hidayat Ungkap Dalil Fikihnya

Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid)

Niat menjadi salah satu rukun penting dalam setiap salat, termasuk salat Tarawih. Bagi yang melaksanakan salat Tarawih sendirian, berikut bacaan niatnya:

Niat ini dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Niat Salat Tarawih Berjemaah

Bagi yang melaksanakan salat Tarawih secara berjemaah, terdapat perbedaan pada lafaz niat, terutama bagi makmum.

Sementara bagi imam, lafaz niatnya pada dasarnya sama, hanya saja di dalam hati diniatkan sebagai imam yang memimpin jamaah.

Perbedaan utama antara salat sendiri dan berjemaah terletak pada tambahan kata “ma’muman” bagi makmum. Selebihnya, tata cara pelaksanaannya tetap sama.

Jumlah Rakaat Salat Tarawih yang Dianjurkan

Jumlah rakaat salat Tarawih sering menjadi perbincangan di masyarakat. Pada dasarnya, tidak ada ketentuan baku yang mewajibkan jumlah tertentu. Namun, praktik yang umum dilakukan adalah:

Keduanya memiliki dasar dan sama-sama diperbolehkan. Umat Islam dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Buka Puasa di Jakarta yang Enak dan Murah, Cocok untuk Bukber

Tata Cara Salat Tarawih Sesuai Sunnah

Secara umum, tata cara salat Tarawih sama seperti salat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut urutan pelaksanaannya:

Setelah dua rakaat dan salam, dianjurkan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rakaat berikutnya. Salat Tarawih dilaksanakan dua rakaat dua rakaat hingga mencapai jumlah yang diinginkan, lalu ditutup dengan salat Witir.

Salat Tarawih, baik dilakukan sendiri maupun berjemaah, tetap memiliki keutamaan besar di bulan Ramadhan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Semoga penjelasan mengenai niat salat Tarawih sendiri dan berjemaah ini dapat membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan penuh keyakinan.

Tags:
niat salat Tarawihsalat TarawihRamadhan 2026Jumlah Rakaat Salat Tarawih yang DianjurkanTata Cara Salat Tarawih Sesuai SunnahNiat Salat Tarawih BerjemaahNiat Salat Tarawih Sendiri

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor