JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 105.000 unit mobil pickup direncanakan masuk ke Indonesia dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
Dari total tersebut, sekitar 35.000 unit merupakan model Scorpio pickup produksi Mahindra & Mahindra, sementara sisanya akan dipasok oleh Tata Motors. Pengadaan bernilai sekitar Rp24,66 triliun ini dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Mahindra Klaim Siap Dukung Operasi Global
Pihak Mahindra menyambut positif kerja sama tersebut. CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menegaskan bahwa produk mereka dirancang untuk kondisi operasional berat dengan efisiensi biaya.
"Pickup kami didesain untuk beroperasi di kondisi jalan berat namun bisa menjaga biaya operasional seminim mungkin. Volume yang dijanjikan dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami bahkan mencapai total volume ekspor pada tahun fiskal 2025. Sesuai dengan filosofi Rise Mahindra, komitmen ini mencerminkan komitmen kami untuk memfasilitasi kemakmuran dan mendukung prioritas nasional," kata Nalinikanth.
Baca Juga: DPR RI Soroti Opsen Pajak Kendaraan 2026, Daya Beli Masyarakat Jadi Pertimbangan
Selain Mahindra, Tata Motors akan mengirimkan total 70.000 unit yang terdiri dari 35.000 pickup Yodha dan 35.000 Ultra T.7 Light Truck. Dengan demikian, keseluruhan proyek impor kendaraan niaga ini mencapai nilai Rp24,66 triliun.
Menteri Perindustrian Angkat Bicara
Rencana impor dalam jumlah besar tersebut memicu perhatian pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kebutuhan pickup sebenarnya dapat dipenuhi oleh industri otomotif nasional.
Ia menegaskan bahwa keputusan impor berpotensi mengalihkan manfaat ekonomi ke luar negeri.
"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Penjualan Truk Januari 2026 Anjlok, Turun 16,7 Persen dari Desember 2025
Kapasitas Produksi Nasional Dinilai Memadai
Menurut Agus, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kemampuan produksi pickup yang cukup besar, bahkan mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.
Sejumlah pabrikan yang telah memproduksi kendaraan pikap di dalam negeri antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT Sokonindo Automobile.
"Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pickup nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global," ujarnya.
Rencana impor ini pun diperkirakan masih akan menjadi perbincangan, terutama terkait keseimbangan antara kebutuhan operasional dan penguatan industri otomotif dalam negeri.
