Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan rinci mengenai batas waktu sahur yang benar menurut Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW. (Sumber: Instagram/@adihidayatofficial)

RAMADHAN

Batas Waktu Sahur yang Benar Menurut Islam Kapan? Ini Penjelasan Lengkap Ustadz Adi Hidayat

Jumat 20 Feb 2026, 03:15 WIB

POSKOTA.CO.ID - Menentukan batas waktu sahur kerap menjadi perbincangan di tengah masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan tiba.

Tidak sedikit umat Islam yang masih ragu, apakah sahur harus dihentikan saat imsak atau justru masih diperbolehkan hingga azan Subuh berkumandang.

Perbedaan pemahaman ini sering kali memunculkan kebiasaan yang beragam di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan rinci mengenai batas waktu sahur yang benar menurut Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan ini penting agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, sah, dan sesuai tuntunan syariat.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Terbit, Download Link Versi Resmi Kemenag di Sini

Batas Waktu Sahur Kapan?

Sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Ummu Haniya, pada Kamis, 19 Februari 2026, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, sahur berkaitan erat dengan waktu sahar, yakni penghujung malam menjelang terbitnya fajar.

Segala aktivitas yang dilakukan pada waktu tersebut, baik makan, minum, berdoa, atau berzikir, termasuk dalam makna sahur.

Batas waktu sahur secara tegas dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Baqarah ayat 187.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT mempersilakan umat Islam untuk makan dan minum hingga jelas terbit fajar.

Makna “benang putih dari benang hitam” yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah kiasan bagi cahaya fajar yang mulai tampak dan memisahkan gelapnya malam.

Selama tanda fajar belum muncul, maka makan dan minum masih diperbolehkan.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, ayat ini menjadi landasan utama bahwa batas sahur bukanlah imsak, melainkan masuknya waktu Subuh.

Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adalah anggapan bahwa imsak merupakan batas akhir sahur.

Padahal, istilah imsak tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadis sebagai penanda wajib berhenti makan dan minum.

Ustadz Adi Hidayat menyebut, imsak merupakan bentuk kehati-hatian atau pengingat, agar umat Islam bersiap menyambut waktu Subuh.

Imsak berfungsi sebagai alarm agar seseorang tidak kebablasan makan hingga melewati batas sahur yang sesungguhnya.

Dengan demikian, meskipun waktu imsak telah tiba, umat Islam sejatinya masih diperbolehkan makan dan minum selama fajar belum terbit.

Dalam praktik sehari-hari, azan Subuh menjadi penanda paling mudah dikenali sebagai batas akhir sahur.

Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?

Ketika azan Subuh berkumandang, maka saat itu pula umat Islam wajib menghentikan aktivitas makan dan minum.

Namun demikian, Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu azan. Azan Subuh harus dikumandangkan tepat pada awal waktu Subuh.

Jika azan dikumandangkan terlambat, maka waktu sahur sejatinya sudah berakhir meski suara azan belum terdengar.

Oleh karena itu, memahami jadwal waktu Subuh yang akurat menjadi hal penting, agar ibadah puasa tetap sah.

Selain menjelaskan batas sahur, Ustadz Adi Hidayat juga menekankan sunnah Nabi Muhammad SAW untuk menunda sahur hingga mendekati waktu Subuh.

Sahur yang dilakukan terlalu awal dinilai mengurangi keberkahan dan memberatkan tubuh dalam menahan lapar sepanjang hari.

Sahur yang mendekati Subuh memberikan manfaat fisik dan spiritual, di antaranya energi yang lebih stabil, serta kesempatan untuk memperbanyak ibadah di waktu-waktu mustajab menjelang fajar.

Pemahaman yang tepat mengenai batas waktu sahur akan membantu umat Islam menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan yakin.

Dengan berpegang pada dalil Al-Qur’an dan penjelasan para ulama, umat Islam tidak perlu lagi merasa ragu atau waswas saat menjalankan sahur.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan, Islam adalah agama yang memberi kemudahan, bukan kesulitan.

Jadi, selama sahur dilakukan sebelum terbit fajar dan dihentikan saat waktu Subuh masuk, maka puasa yang dijalankan tetap sah serta bernilai ibadah.

Tags:
SubuhRamadhanUstadz Adi HidayatsahurBatas Waktu Sahur Kapan

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor