JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sejumlah kawasan di ibu kota tergenang banjir pada hari kedua Ramadhan, Jumat 20 Februari 2026.
BPBD mencatat, sebanyajk 61 RT yang tersebar di wilayah Jakarta terendam banjir pasca hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengaku, ia terjun ke beberapa titik lokasi banjir untuk melakukan peninjauan secara langsung.
Menurutnya, genangan yang terjadi pasca hujan deras tadi malam tidak berlangsung lama dan berhasl surut dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Truk Terperosok Ganggu Proses Angkut Sampah di Tangerang, DLHK Pastikan Sudah Normal
"Jadi dari tadi pagi saya ngurusin banjir. Tapi nggak begitu lama, nggak lebih dari satu setengah dua jam, hampir semua jalan sudah kering," ujar Pramono di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.
Lebih lanjut, Pramono menyampaikan, pihaknya terus mengantisipasi segala kemungkinan dampak cuaca ekstrem, apalagi saat ini musim hujan bersamaan dengan momentum bulan Ramadhan.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta secara rutin menerima dan memantau data prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan.
"Pemerintah DKI Jakarta mengantisipasi segala kemungkinan. Karena data dari BMKG itu setiap hari kita terima," kata Pramono.
Baca Juga: Revitalisasi Taman Semanggi Telan Rp134 Miliar, Pramono Anung Tegaskan Tanpa APBD
Dia juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak ragu melakukan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi dinilai berpotensi menimbulkan curah hujan ekstrem.
"Setiap hari kita putuskan tanpa sekarang ini teman-teman tahu atau nggak sebenarnya beberapa kali kalau memang diperlukan modifikasi cuaca ya kami lakukan," ungkapnya.
"Seperti hari ini apakah diperlukan atau tidak, karena memang dari semalam itu sebenarnya curah hujannya cukup tinggi," kata dia.
Pramono menegaskan, pemerintah daerah telah memiliki indikator yang jelas terkait pelaksanaan modifikasi cuaca.
Baca Juga: Karung Berisi Pasir Dipakai Menahan Banjir Masuk ke Pasar Cipulir
Apabila BMKG memprediksi curah hujan harian mencapai lebih dari 200 milimeter, maka langkah tersebut akan langsung diambil demi meminimalkan risiko banjir.
"Kalau memang curah hujannya tinggi mau tidak mau harus ada modifikasi cuaca. Pokoknya kalau BMKG mengatakan kemungkinan curah hujannya di atas 200 mm per hari pasti kami lakukan modifikasi cuaca," ujarnya. (cr-4)
