POSKOTA.CO.ID - Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmat. Pedagang Sate Padang Pariaman Mak Andah di daerah Pondok Gede, Kota Bekasi, banyak dicari orang untuk menu berbuka puasa.
Pemilik Sate Padang Pariaman Mak Andah, Ali Ashari, 36 tahun mengatakan meski sempat berhenti usaha selama beberapa bulan dan kini kembali buka lagi.
"Sempat beberapa bulan berhenti dagang. Kini kembali jualan lagi sudah sebulan berjalan," ujar Ali kepada Poskota.
Meski lokasi tempat jualan berada di dalam pemukiman padat, namun buatan Sate Padang Pariaman banyak digemari karena cita rasa autentik dari bumbu rempahnya.
Baca Juga: Apakah Puasa Sah Jika Lupa Niat? Begini Hukumnya Menurut Penjelasan Buya Yahya
"Pada bulan Suci Ramadan ini yang beli cukup banyak, biasa untuk makan saat berbuka puasa," katanya.
Ali mengungkapkan, usaha ini telah digelutinya sejak setahun lalu ketika di PHK dari pekerjaannya di sebuah perusahaan retail.
Belajar dari pengalaman orang tua, Ali pada akhirnya memutuskan untuk melanjutkan usaha turun temurun berjualan Sate Padang.
"Kebetulan alarmahum bapak pernah dagang sate padang juga dan rasanya sangat enak. Selepas di PHK dari tempat kerjaan akhirnya buka usaha sate padang pariaman di rumah," ungkapnya.
Baca Juga: Waktu Sholat Tarawih Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhir dan Bacaan Bilal 11 Rakaat
Hari menyampaikan, saat ini usaha kuliner Sate Padang Pariaman Mak Andah sebagai penghasilan utama memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dengan keuletannya, usaha yang baru dibangun hitungan bulan kini mulai bangkur dan banyak diminati masyarakat. Ia pun memiliki pelanggan tetap, baik warga sekitar maupun masyarakat Kota Bekasi.
"Alhamdullilah dengan hasil dari berdagang makanan Sate Padang Pariaman ini omset yang didapatkan cukup lumayan dapat menghidupi kebutuhan keluarga di rumah," tuturnya.
Diakuinya, omset yang berhasil didapatkan dari sehari berjualan Sate Padang tidak menentu, namun jika ramai bisa mencapai Rp900 ribu.
Baca Juga: Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan, Sah Atau Tidak? Begini Hukumnya dalam Islam
"Tidak hanya mengandalkan pelanggan yang datang untuk beli, tapi juga membuka aplikasi berupa shopee food, grab food dan go food sehingga untuk pelanggan lama masih suka ada yang mesen," ucap dia.
“Atas semua jerih parah yang dilakukan sekaligus melanjutkan usaha dari orang tua, Hari tetap bangkit mulai dari modal kecil kini dapat untung lumayan," tuturnya.
Sate Khas Asli Pariaman
Menurut Ali Ashari, Sate Padang buatannya memiliki cita rasa yang berbeda dari menu serupa yang dijual orang lain. Perbedaannya adalah raacikan bumbu khas yang telah diturunkan secara turun temurun dari keluarga yang pada masanya tahun 1960-an cukup terkenal.
"Bumbu yang kita gunakan asli dari ramuan turun temurun keluarga sehingga tidak ada yang tahu pedagang lain sehingga cita rasa makanan juga tentu beda, lebih enak. Serta paduan sate beraneka ragam mulai dari pilihan daging, usus, lidah, dan jantung," kata Ali Ashari.
Baca Juga: 9 Tips Ampuh Tetap Bertenaga Saat Puasa Ramadhan, Anti Lemas Seharian
Adapun untuk tetap menjaga cita rasa masakan yang khas, sate maupun ketupat buatannya akan diisi dengan bahan baku baru setiap harinya.
"Kebanyakan pedagang sate rata-rata jika ketupat atau satenya jika tidak habis dalam hari itu biasa besoknya diangetin. Hal ini yang mengubah cita rasa dari masakan itu sendiri sehingga rasa dapat berkurang. Kalau kita tidak habis atau tidak akan diganti dengan yang baru," ucapnya.
Dengan begitu, usaha Sate Padang Pariaman Mak Andah miliknya kini semakin terkenal dengan cita rasa khas yang cocok di lidah.
"Insyallah akan kita tambah cabang lagi. Untuk seporsi kita hargai Rp20 ribu jika mau nambah kripik atau krupuk kulit perbungkus Rp3.000, kita juga mempromosikan melalui Go Food." ujarnya. (ang)