JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memperkirakan terjadi perubahan pola kemacetan di wilayah DKI Jakarta selama Ramadan 1447 Hijriah yang berlangsung pada Februari–Maret 2026.
Pergeseran jam sibuk ini dipicu penyesuaian waktu kerja, kebijakan kerja fleksibel, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang berbuka puasa.
Perubahan tersebut diprediksi berdampak pada sejumlah koridor utama ibu kota, terutama jalur arteri dan akses menuju kawasan penyangga.
"Betul untuk lokasi takjil ataupun bazar ramadan, kita sudah petakan baik itu di Benhil, biasanya di Benhil ada dan beberapa titik-titik lainnya, nah yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas nanti kita pertama sudah terpetakan tempat2 takjil tersebut dan kedua kita akan menempatkan personel lalu lintas di area2 tempat takjil tersebut," jelas Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados, Dilansir dari laman resmi tribatanews.polri.go.id pada Kamis, 19 Februari 2026.
Baca Juga: Ruang CCTV Masjid Istiqlal Terbakar saat Sholat Tarawih Perdana
Prediksi Resmi Pergeseran Jam Sibuk Pagi Ramadan 2026

Pada hari kerja biasa, kemacetan Jakarta umumnya terjadi pada pukul 07.00-08.00 WIB. Namun selama Ramadan 2026, kepadatan arus kendaraan di pagi hari diperkirakan bergeser menjadi pukul 09.00–10.00 WIB.
Penyesuaian jam masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) serta sebagian perusahaan swasta yang memulai aktivitas lebih siang menjadi faktor utama.
Selain itu, kebijakan work from anywhere (WFA) di sejumlah instansi turut memengaruhi distribusi kendaraan di jam berangkat kerja.
Dengan pola baru ini, masyarakat diimbau menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak lonjakan arus pada pertengahan pagi.
Baca Juga: Selama Ramadhan, Pemkab Bogor Buka Pameran Artefak Rasulullah di GOR Laga Satria
Kepadatan Sore Datang Lebih Awal Menjelang Berbuka Puasa
Tak hanya pagi hari, pola kemacetan sore juga diperkirakan berubah.
Jika pada hari normal kepadatan terjadi sekitar pukul 16.00–18.00 WIB, selama Ramadan arus kendaraan diprediksi mulai meningkat lebih cepat, yakni pukul 14.00–15.00 WIB.
Lonjakan ini dipicu kebiasaan masyarakat pulang lebih awal untuk berbuka puasa bersama keluarga maupun menghadiri kegiatan sosial.
Selain itu, pergerakan menuju pusat kuliner Ramadan dan kawasan permukiman padat turut memperbesar volume kendaraan.
Baca Juga: Hendak Antar 40 Kg Ganja, Pria asal Sumut Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
Titik Arteri dan Koridor Penghubung Berpotensi Padat
Sejumlah ruas arteri utama diprediksi mengalami peningkatan antrean kendaraan, khususnya di kawasan bisnis dan perkantoran Jakarta Selatan.
Adapun daftar titik rawan macet di Jakarta Selatan menjelang berbuka puasa:
- Jalur TB Simatupang
Sebagai jalan utama menuju wilayah penyangga Depok atau Bogor, TB Simatupang menjadi titik jenuk kendaraan sejak pukul 15.00 WIB. Kepadatan biasanya dimulai dari persimpangan Fatmawati hingga Tanjung Barat.
- Kawasan Haji Nawi dan Fatmawati
Penyempitan jalan akibat proyek lanjutan pembangunan Sistem Tata Air di Jalan Haji Nawi membuat arus pengendara diberlakukan satu arah hingga Juli 2026. Hal ini memicu antrean panjang dari arah Radio Dalam maupun arah Blok M menuju Fatmawati.
- Mampang Prapatan dan Tendean
Kawasan ini padat oleh arus pekerja kantor dan keberadaan takjil. Bahu jalan yang digunakan pedagang dan parkir liar pembeli menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas.
- Gatot Subroto
Arus kendaraan dari arah Semanggi menuju Pancoran mengalami kepadatan maksimal menjelang jam berbuka, terutama di titik pertemuan arus pada persimpangan Kuningan.
Jalur penghubung menuju wilayah penyangga seperti Bekasi dan Jakarta Timur juga berpotensi mengalami kepadatan lebih tinggi dibandingkan periode non-Ramadan.
Aktivitas ekonomi musiman seperti bazar dan penjualan takjil di tepi jalan turut menambah hambatan samping yang berdampak pada kelancaran lalu lintas.
Imbauan Kepolisian bagi Pengguna Jalan
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan perubahan pola jam macet selama Ramadan 2026.
Pengguna jalan dianjurkan memanfaatkan transportasi umum massal guna menekan volume kendaraan pribadi.
Pergeseran jam sibuk ini diperkirakan berlangsung sepanjang bulan puasa hingga mendekati arus mudik Lebaran.
Kepolisian pun meminta masyarakat tetap disiplin berlalu lintas demi menjaga kelancaran mobilitas di wilayah ibu kota.