Berdasarkan informasi, pilot Pelita Air yang ditemukan tewas meninggal dunia dalam insiden tersebut bernama Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Tidak ada banyak informasi yang bisa diperoleh terkait profil pribadi Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Baca Juga: Pesawat Kargo Milik Pelita Air Jatuh di Nunukan, Polisi Bergerak Menuju Lokasi
Sosok Capt. Hendrick Lodewyck Adam diketahui bertugas menerbangkan pesawat berjenis Air Tractor AT802 itu untuk mengangkut bakar minyak (BBM) kebutuhan operasional PT Pertamina (Persero).
Capt. Hendrick Lodewyck Adam membawa pesawat pengangkut BBM tersebut dengan rute Tarakan-Long Bawan-Tarakan.
Namun naas, pesawat yang dikendarainya itu justru malah jatuh di pegunungan Pabetung Remayo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang menyebabkannya tidak selamat.
Kronologi Kejadian Jatuhnya Pesawat Pelita Air
Pesawat Pelita Air dengan nomor penerbangan PAS7101 mulanya lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pukul 10.15 WITA dan mendarat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pukul 11.10 WITA untuk mengantar logistik.
Setelah proses pengantaran selesai, pesawat tersebut kembali lepas landas dari Bandara Long Bawan pada pukul 12.10 WITA melalui runway 22.
Sekitar sepuluh menit kemudian atau tepatnya pada pukul 12.20 WITA, pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Pabetung Remayo setelah seorang saksi mata di apron sebelumnya melihat pesawat turun dengan posisi miring.
Setelah mendapatkan laporan, Unit AirNav Long Bawan segera berkoordinasi dengan pihak bandara terkait dugaan kecelakaan.
Proses pencarian terhadap badan pesawat dan juga pilot pun segera dilakukan di lokasi tempat kejadian.
“Berdasarkan hasil di lapangan, kondisi pesawat ditemukan dalam keadaan rusak parah dan terbakar,” jelas Agung.
