Inovasi itu dinilai membawa pendekatan fotografi profesional ke dalam smartphone, sesuatu yang selama ini hanya ditemukan pada kamera DSLR atau mirrorless.
Menariknya, konsep variable aperture sebenarnya bukan hal baru di industri ponsel.
Namun, penerapan ulang teknologi ini oleh Apple diprediksi akan menghadirkan standar kualitas baru, mengingat konsistensi perusahaan tersebut dalam mengoptimalkan perpaduan hardware dan software.
Baca Juga: Link Video Nayafareza Blunder Viral, Misteri Baru di Balik Nama Nay TikTok
2. Desain
Perubahan kedua yang tak kalah disorot adalah desain Dynamic Island. Sejak pertama kali diperkenalkan, fitur ini menjadi identitas visual iPhone generasi terbaru.
Namun, pada iPhone 18 Pro, Dynamic Island disebut akan tampil lebih kecil dan menyatu dengan bezel layar yang semakin tipis.
Penyempurnaan ini sejalan dengan ambisi Apple untuk menghadirkan pengalaman layar yang lebih imersif tanpa mengorbankan fungsi Face ID dan kamera depan.
Sejumlah laporan menyebut, sebagian sensor Face ID akan mulai dipindahkan ke bawah layar, sehingga area hitam di bagian atas layar dapat diminimalkan.
Langkah tersebut juga dinilai sebagai evolusi desain yang signifikan, sekaligus pembeda visual yang jelas antara iPhone 18 Pro dan pendahulunya.
Jika terealisasi, iPhone 17 Pro berpotensi terlihat ketinggalan zaman dari sisi estetika.
3. Performa dan Efisiensi
Fitur revolusioner ketiga terletak pada sektor dapur pacu. iPhone 18 Pro dikabarkan akan menggunakan chipset A20 Pro dengan fabrikasi 2 nanometer yang diproduksi oleh TSMC.
Teknologi itu disebut mampu meningkatkan performa secara signifikan sekaligus menekan konsumsi daya.
