Pedagang tradisional di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, sedang menata minyak yang merupakan dagangannya, Rabu, 18 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Stok Minyak Goreng di Pasar Slipi Jakbar Aman, Pedagang Keluhkan Distribusi yang Dinilai Belum Merata

Rabu 18 Feb 2026, 13:32 WIB

PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Stok minyak goreng di pasar tradisional Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, terpantau masih aman. Saat ini stok minyak di pedagang masih memiliki stok yang cukup.

Salah satu pedagang tradisional Pasar Slipi, Syawal memastikan sampai hari ini stok minyak masih aman.

"Masih aman, masih ada, belum ada kelanggkaan atau gimana," kata Syawal kepada Poskota saat ditemui, Rabu, 18 Februari 2026.

Selain itu, menjelang puasa harga minyak seperti Minyakita terpantau belum ada kenaikan yang signifikan.

Baca Juga: Vonis Lepas Kasus Minyak Goreng, 4 Eks Hakim Dituntut 12-15 Tahun Penjara

Saat ini pedagang menjual Minyakita diangka Rp18 ribu per liter. Sementara untuk jenis minyak lain seperti Bimoli dan Tropica dijual Rp22 ribu per liter.

"Untuk harga minyak masih normal, belum ada kenaikan sampai hari ini masih Rp18 ribu per liter untuk Minyakita," jelas Syawal.

Menurut Syawal, kenaikan harga minyak sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, tepatnya tiga bulan belakangan. Saat itu harga Minyakita masih diangka Rp16 ribu per liter.

"Itu tiga bulan lalu lah, udah lama, kalau sekarang harganya udah Rp18 ribu sampai sekarang harga masih sama," ucap Syawal.

Baca Juga: Disalurkan hingga Akhir Tahun 2025: Ini Cara Cek Penerima Bansos Beras 10 Kg dan Minyak Goreng 2 Liter Secara Online

Pria yang sudah puluhan tahun berjualan bahan pokok di Pasar Slipi ini memprediksi, harga minyak tidak mengalami kenaikan pada saat bulan puasa nanti.

"Kemungkinan harganya tetap segini, soalnya kan kenaikan udah dari beberapa bulan lalu," tutur dia.

Lebih lanjut, Syawal sedikit menyoroti terkait distribusi minyak yang dinilainya masih berantakan. Seperti misalnya ketersediaan minyak ke pedagang tradisional dari distributor.

Dalam hal ini, Syawal menyampaikan, terkadang dirinya tidak mendapatkan stok Minyakita. Jika hal itu terjadi, terpaksa ia membeli di agen yang harganya jauh lebih mahal.

"Kalau dari distributor kan harganya Rp185-an per dus, nah kalau beli di agen lebih mahal bisa sampai Rp200 ribu lebih. Kalau lagi beli di agen, harga mau enggak mau jadi dinaikin," ungkap dia.

Ia berharap agar pemerintah bisa melakukan pengaturan terkait distribusi Minyakita ke pedagang-pedagang di Pasar Tradisional ini.

Tags:
Stok minyak gorengJakarta BaratPasar Slipiminyak goreng

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor