Di Pasar Slipi, pedagang menjual Minyakita seharga Rp18 ribu per liter. Menurut salah seorang pedagang, Syawal, 69 tahun, barang tersebut dibeli dari agen.
"Kalau beli di distributor lebih murah, kalau beli di agen kan lebih mahal, jadi dijual menyesuaikan aja," tuturnya.
Ia menyebutkan, selisih harga lebih mahal jika dibeli dari agen. Namun, Syawal terpaksa mengambil barang dari agen, karena distribusi dari distributor kurang.
"Kalau dari distributor kan harganya Rp185-an per dus, nah kalau beli di agen lebih mahal bisa sampai Rp200 ribu lebih. Kalau lagi beli di agen, harga mau enggak mau jadi dinaikin," ujar dia.
Menurut Syawal, kenaikan harga minyak sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Saat itu, harga Minyakita masih diangka Rp16 ribu per liter.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga MinyaKita di Pandeglang Lampaui HET
"Itu tiga bulan lalu lah, udah lama, kalau sekarang harganya udah Rp18 ribu sampai sekarang harga masih sama," tuturnya.
Pria yang sudah puluhan tahun berjualan bahan pokok di Pasar Slipi ini memprediksi, harga minyak tidak bertambah mahal saat puasa.
"Kemungkinan harganya tetap segini, soalnya kan kenaikan udah dari beberapa bulan lalu," katanya.
