Keluarga korban mengungkap bahwa Zein dan YA sudah lama saling mengenal.
Bahkan, setahun sebelumnya sempat terjadi insiden kekerasan di mana YA diduga memukul korban hingga mengenai bagian mata.
Paman korban, Undang Supriatna, menyebut bahwa hubungan keduanya bukan pertemanan yang sehat.
Zein disebut kerap mengalami perundungan dan pemalakan oleh YA saat masih satu sekolah.
Keluarga pun sempat memperingatkan pihak pelaku agar tidak lagi menghubungi atau mendekati korban.
Bahkan, Zein dipindahkan dari Garut ke Bandung sebagai upaya menghindari konflik lanjutan.
Dugaan Motif dan Isu Penyimpangan Perilaku
Pihak keluarga juga mengaku menerima informasi dari lingkungan sekolah terkait perilaku YA yang dianggap tidak wajar.
Namun, hingga kini pihak kepolisian belum membeberkan motif pasti pembunuhan tersebut dan masih melakukan pendalaman.
Penyidik menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menguatkan alat bukti serta mendalami motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.
Jejak Digital YA Viral dan Bikin Publik Bergidik
Di tengah proses hukum yang berjalan, publik dibuat merinding oleh unggahan lama YA di media sosial, khususnya di TikTok.
