7 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Indonesia, Pernahkah Kamu Mengikutinya?

Senin 16 Feb 2026, 10:15 WIB
Ribuan masyarakat saat mengikuti acara munggahan. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Ribuan masyarakat saat mengikuti acara munggahan. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

Menariknya, meski pandemi COVID-19 pernah melanda, tradisi Megang tetap dijalankan sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya bulan suci dan memperkuat ikatan keluarga.

2. Apeman di Yogyakarta

Tradisi Apeman yang dilaksanakan di Yogyakarta dan Jawa Tengah dilakukan dengan cara yang penuh makna.

Masyarakat memulai tradisi dengan ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal, sebagai bentuk doa dan penghormatan.

Selanjutnya, mereka memasak kue tradisional dari tepung beras yang kemudian dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

Kue ini melambangkan permohonan maaf dan doa agar dosa-dosa yang pernah dilakukan diampuni.

3. Dugderan di Semarang

Di Semarang, tradisi Dugderan menjadi ciri khas menjelang Ramadhan. Biasanya tradisi ini dilaksanakan 1-2 minggu sebelum puasa.

Dugderan sendiri kini dikenal sebagai pesta rakyat yang menampilkan dentuman meriam, kembang api, tari Japin, arak-arakan tabuh bedug, serta ritual pengumuman awal puasa.

Meskipun zaman sudah modern, masyarakat tetap mempertahankan suasana tradisi ini agar nuansa historis Ramadhan tetap terasa.

Baca Juga: Sidang Isbat Awal Puasa 2026 Digelar Besok, BMKG Pantau Hilal di 37 Titik

4. Pacu Jalur di Riau

Riau memiliki tradisi Pacu Jalur, di mana warga berkumpul di tepian sungai untuk menyaksikan perlombaan dayung yang seru dan meriah.

Pacu Jalur tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi simbol kegembiraan menyambut Ramadhan.

Tradisi ini ditutup dengan ritual Balimau Kasai, yang berarti bersuci menjelang bulan suci, berlangsung dari sore hingga malam hari.

5. Munggahan di Jawa Barat


Berita Terkait


News Update