POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa akan memberikan dukungan pendanaan untuk memperkuat Universitas Indonesia (UI) guna menembus peringkat 100 dunia sebesar Rp100 miliar.
Diketahui dana dukungan tersebut instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah di Upacara Wisuda UI di Balairung UI Kampus Depok.
Presiden menargetkan UI untuk tembus peringkat 100 dunia setelah sebelumnya meraih peringkat 189 dunia di QS World University Rankings 2026.
Menkeu menilai, penguatan kapasitas institusi, termasuk melalui pengelolaan dana abadi, menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Wacana Tukar Posisi Wamenkeu dan Deputi Gubernur BI
"Untuk tahun ini lewat LPDP, kita berencana. Tahun ini kita rencanakan memberikan bantuan kepada Fakultas Teknik, apa UI semua? Fakultas Teknik, itu sekitar Rp100 miliar," kata Purbaya saat orasi ilmiah dalam wisuda UI.
UI Sambut Rencana Suntikan Dana dari Pemerintah
Rektor UI, Heri Hermansyah, mengatakan dana abadi UI tercatat sekira Rp 260 miliar. Jumlah tersebut dinilai sangat relatif kecil untuk menopang ambisi menjadi universitas kelas dunia.
"Dengan ada dukungan dana ini diharapkan agar dapat mempercepat penguatan riset, kolaborasi internasional, peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan infrastruktur akademik,” ucap Heri.
"Tentu kami menyambut baik komitmen tersebut dan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam mendorong transformasi UI menjadi universitas berprestasi global," sambungnya.
Baca Juga: Purbaya Bertemu Juda Agung, Kursi Wamenkeu Segera Berganti? Ini Sinyal yang Menguat
Heri menambahkan, bahwa UI akan terus memperkuat tata kelola, meningkatkan produktivitas riset yang berdampak, serta memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari strategi menuju 100 besar dunia.
Selain itu, UI berkomitmen memanfaatkan dukungan ini secara terarah, transparan, dan berdampak nyata dengan fokus pada penguatan ekosistem riset, internasionalisasi, serta pengembangan talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
“Dukungan pendanaan yang berkelanjutan akan menjadi katalis penting untuk mempercepat berbagai program strategis universitas, sekaligus memastikan bahwa peningkatan peringkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan, kontribusi riset, dan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya.