JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berencana menggelar lebaran Betawi di Lapangan Banteng, pasalnya di tahun-tahun sebelumnya lebaran tersebut digelar di kawasan Monas.
Pramono menjelaskan, alasan dilakukannya lebaran Betawi di Lapangan Banteng, dikarenakan renovasi segera rampung dan terintegrasi dengan Gedung A.A. Maramis.
"Nanti lebaran Betawi yang biasanya diadakan di Monas, kali ini saya mengusulkan kenapa (tidak) di Lapangan Banteng? Lapangan Banteng sekarang ini sedang direnovasi dan mudah-mudahan segera selesai. Akan terhubung dengan (gedung) A.A. Maramis, tempatnya jadi luas dan bagus," ujar Pramono di Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Februari 2026.
Selain lebaran Betawi, Pramono menginginkan diadakannya peringatan haul ulama dan tokoh Betawi.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Mulok Betawi Masuk Kurikulum Sekolah
Nantinya, kegiatan itu akan diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
"Kemudian, saya ingin haul ulama dan tokoh masyarakat utama, seperti Husni Thamrin (MH Thamrin) tetap kita peringati. Tapi kalau kemudian seluruh warga di Jakarta yang hadir lebih dari 20-50 ribu di Monas, kemudian kita sholawatan sama-sama, bersama dengan Kaum Betawi, kepada ulama-ulama yang mempunyai jasa, itulah yang akan saya inginkan," ungkap Pramono.
Lantas, Pramono meminta jajarannya untuk segera menyiapkan agenda itu. Ia menyebut, peran Pemprov DKI mesti optimal agar kegiatan Betawi tidak sekadar seremonial.
"Maka untuk itu, saya berharap betul bahwa mari kita persiapkan, dalam hal ini nanti yang jadi panitia Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono.
Baca Juga: Sambut HUT DKI Jakarta, Gubernur Pramono Siap Gelar MTQ dan Haul Ulama Betawi
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Kaum Betawi Fauzi Bowo alias Foke menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda dalam menyambut Ramadhan dan Lebaran Betawi.
"Kemudian ada lebaran Betawi yang direncanakan sesuai dengan sarannya gubernur, di Lapangan Banteng. Ini Lapangan Banteng yang sudah akan selesai direnovasi dan mudah-mudahan ini merupakan backdrop bersejarah yang sangat berarti untuk kemajuan Kaum Betawi ke depan," ujar Foke.
Sebagai informasi, lebaran Betawi menjadi agenda budaya tahunan yang rutin digelar di Jakarta sebagai ajang silaturahmi sekaligus penegasan identitas masyarakat Betawi di Ibu Kota. Kegiatan ini biasanya berlangsung setelah Idulfitri dan diramaikan oleh masyarakat.
Selama beberapa tahun terakhir, perayaan lebaran Betawi biasanya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Baca Juga: Renovasi Rampung, JPO Kyai Tapa Tampil Baru Terinspirasi Ondel-Ondel dan Kain Sarung Betawi
Acara diisi dengan kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, bazar kuliner, hingga doa bersama.
Biasanya, rangkaian acara diawali dengan arak-arakan ondel-ondel, tanjidor, palang pintu, hingga penampilan lenong dan gambang kromong.
Pramono ingin Kaum Betawi menjadi pihak pertama yang memanfaatkan Lapangan Banteng setelah renovasi selesai. (cr-4)