POSKOTA.CO.ID - Sebagai salah satu upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2026.
Program pembiayaan dengan bunga rendah ini menjadi solusi bagi para pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal kerja maupun dana investasi.
Dengan proses pengajuan yang semakin mudah dan aksesibilitas yang luas, program ini diperkirakan tetap menjadi primadona pembiayaan UMKM di tahun 2026.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, akses pembiayaan yang terjangkau menjadi faktor penting bagi UMKM. Melalui KUR 2026, BNI memastikan bahwa pelaku usaha dari berbagai skala tetap mendapatkan dukungan untuk berkembang.
Program ini dirancang agar dapat diakses mulai dari usaha pemula skala rumahan hingga pelaku usaha kecil yang memerlukan tambahan modal dalam jumlah besar.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 15 Februari 2026 Naik Tipis, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Jenis–Jenis KUR BNI 2026
BNI menyediakan beberapa skema pembiayaan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing jenis usaha. Berikut rincian lengkapnya:
1. KUR Super Mikro
- Plafon pinjaman hingga Rp10 juta
- Bunga sekitar 6% per tahun
- Tenor 3–5 tahun
- Tanpa agunan tambahan
Cocok bagi usaha pemula atau skala sangat kecil, termasuk pelaku usaha rumahan.
2. KUR Mikro
- Plafon Rp10 juta – Rp100 juta
- Bunga tetap 6% per tahun
- Tenor hingga 5 tahun
- Tidak diwajibkan agunan tambahan
Ideal untuk usaha yang sudah berjalan dan ingin meningkatkan kapasitas produksi.
3. KUR Kecil
- Plafon Rp100 juta – Rp500 juta
- Bunga 6% per tahun
- Tenor maksimal 4–5 tahun
- Wajib menyertakan agunan sesuai ketentuan bank
Cocok bagi usaha yang membutuhkan modal besar untuk ekspansi.
Syarat Pengajuan KUR BNI 2026
Untuk mengakses pembiayaan ini, calon debitur harus memenuhi kriteria umum berikut:
