POSKOTA.CO.ID - Dunia seni tradisional Yogyakarta kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Seniman ketoprak dan dagelan Mataram, Sumisih Yuningsih, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mbok Beruk atau Yu Beruk, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026 sekitar pukul 08.40 WIB. Kabar duka ini pertama kali disampaikan melalui unggahan resmi akun Humas Jogja.
Dalam keterangan tersebut, pihak Humas Jogja menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang telah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya pada pelestarian seni tradisional Jawa.
“Dukacita mendalam atas berpulangnya Sumisih Yuningsih atau yang akrab dipanggil Mbok Beruk,” tulis akun instagram @humasjogja
Wafatnya Mbok Beruk meninggalkan duka bagi para pelaku seni, para penggemar ketoprak, serta masyarakat luas yang tumbuh bersama humor-humor khasnya. Ia dikenal sebagai figur sentral dalam perkembangan dagelan Mataram dan ketoprak gaya Yogyakarta.
Baca Juga: Kumpulan Meme Kocak Perang SEAblings vs KNetz di Media Sosial
Jejak Panjang Mbok Beruk di Atas Panggung
Sejak usia muda, Mbok Beruk telah berkecimpung dalam dunia seni pertunjukan. Ia mengikuti jejak ayahnya yang juga terlibat dalam dunia seni tradisi.
Kehadirannya dalam berbagai pementasan ketoprak dan lawak panggung membuat namanya dikenal luas, terutama berkat gaya humornya yang membumi, lugas, namun kerap menyentuh isu sosial.
Popularitasnya kembali menanjak ketika ia memerankan karakter Yu Beruk dalam program Angkringan TVRI Yogyakarta, sebuah acara hiburan rakyat yang begitu lekat di hati masyarakat. Melalui karakter itu, ia menghadirkan dagelan khas Yogyakarta yang hangat dan dekat dengan keseharian.
Karena kontribusinya yang sangat besar, Mbok Beruk pernah menerima Anugerah Budaya dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2019. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya menjaga, merawat, dan melestarikan seni tradisional Jawa.
Penyakit yang Diderita dan Informasi Kepergian
Budayawan Yogyakarta, Bambang Paningron, menyampaikan bahwa sebelum meninggal, Mbok Beruk telah lama mengalami sakit.
Kendati demikian, tidak ada keterangan resmi mengenai penyakit yang dideritanya. Dalam unggahan lain, akun @gunungkidul_viral2 menyebut bahwa Mbok Beruk wafat pada usia 76 tahun, mempertegas statusnya sebagai salah satu seniman senior yang merintis karier sejak masa muda.
Rencananya, jenazah almarhumah dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu sore pukul 16.00 WIB, dari rumah duka. Prosesi pemakaman juga diikuti para sahabat seniman, keluarga, serta warga yang selama ini mengenalnya.
Warisan Seni yang Tak Akan Pernah Hilang
Kepergian Mbok Beruk bukan sekadar kehilangan seorang seniman, melainkan hilangnya sebuah generasi yang menjadi penghubung masa lalu dan masa kini dalam seni tradisi Jawa. Perjalanannya dalam ketoprak dan dagelan Mataram menjadi inspirasi bagi banyak seniman muda.
Selain tampil di panggung, almarhumah juga dikenal aktif memberikan ruang bagi regenerasi. Ia sering membimbing seniman-seniman baru dan terlibat dalam berbagai kegiatan seni budaya di Yogyakarta.
Kontribusi Seniman seperti Mbok Beruk sangat penting mengingat budaya ketoprak kini menghadapi tantangan modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda. Namun, karya-karya dan rekaman penampilannya akan tetap menjadi rujukan dan bahan pembelajaran bagi generasi penerus.
Baca Juga: Apa Itu Link Video Teh Pucuk Viral? Intip Kronologi Ramainya di Medsos
Reaksi Warganet
Berita kepergian Mbok Beruk segera menjadi buah perbincangan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengungkapkan rasa kehilangan mereka.
Sebagian menuliskan kenangan saat menyaksikan penampilannya, baik di panggung maupun televisi. Seorang warganet menulis,
“Yu Beruk adalah bagian masa kecil saya. Humornya tidak pernah gagal membuat kami tertawa. Selamat jalan, legenda.” ujar @afi***
"Sugeng tindak swargi langgeng " ujar @wul***
"Ya Allah sedihnya...Mbok... Istirahat yg tenang ya mbok.." ujar @aru***
Komunitas seni Yogyakarta juga menyampaikan penghormatan terakhir dengan menyebut Mbok Beruk sebagai tokoh yang tak tergantikan dalam seni pertunjukan tradisi.
Kepergian Sumisih Yuningsih meninggalkan ruang kosong bagi dunia seni Yogyakarta. Sosok yang puluhan tahun membangun tradisi dagelan dan ketoprak ini telah berjasa besar dalam menyuarakan nilai-nilai budaya Jawa melalui humor dan pentas rakyat.
Warisan yang ia tinggalkan bukan hanya pertunjukan, melainkan juga dedikasi dan kecintaannya terhadap seni tradisional. Dunia seni Yogyakarta akan selalu mengenang Mbok Beruk sebagai legenda yang mengabdikan hidupnya untuk budaya.
