Profil Mbok Beruk, Seniman Ketoprak Asal Yogyakarta yang Wafat: Usia, Riwayat Kesehatan, dan Warisan Seni

Sabtu 14 Feb 2026, 19:49 WIB
Mendiang Mbok Beruk (Sumisih Yuningsih), seniman ketoprak dan dagelan Mataram yang menjadi ikon humor tradisional Yogyakarta. (Sumber: Instagram/@humasjogja)

Mendiang Mbok Beruk (Sumisih Yuningsih), seniman ketoprak dan dagelan Mataram yang menjadi ikon humor tradisional Yogyakarta. (Sumber: Instagram/@humasjogja)

Rencananya, jenazah almarhumah dimakamkan pada hari yang sama, Sabtu sore pukul 16.00 WIB, dari rumah duka. Prosesi pemakaman juga diikuti para sahabat seniman, keluarga, serta warga yang selama ini mengenalnya.

Warisan Seni yang Tak Akan Pernah Hilang

Kepergian Mbok Beruk bukan sekadar kehilangan seorang seniman, melainkan hilangnya sebuah generasi yang menjadi penghubung masa lalu dan masa kini dalam seni tradisi Jawa. Perjalanannya dalam ketoprak dan dagelan Mataram menjadi inspirasi bagi banyak seniman muda.

Selain tampil di panggung, almarhumah juga dikenal aktif memberikan ruang bagi regenerasi. Ia sering membimbing seniman-seniman baru dan terlibat dalam berbagai kegiatan seni budaya di Yogyakarta.

Kontribusi Seniman seperti Mbok Beruk sangat penting mengingat budaya ketoprak kini menghadapi tantangan modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda. Namun, karya-karya dan rekaman penampilannya akan tetap menjadi rujukan dan bahan pembelajaran bagi generasi penerus.

Baca Juga: Apa Itu Link Video Teh Pucuk Viral? Intip Kronologi Ramainya di Medsos

Reaksi Warganet

Berita kepergian Mbok Beruk segera menjadi buah perbincangan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengungkapkan rasa kehilangan mereka.

Sebagian menuliskan kenangan saat menyaksikan penampilannya, baik di panggung maupun televisi. Seorang warganet menulis,

“Yu Beruk adalah bagian masa kecil saya. Humornya tidak pernah gagal membuat kami tertawa. Selamat jalan, legenda.” ujar @afi***

"Sugeng tindak swargi langgeng " ujar @wul***

"Ya Allah sedihnya...Mbok... Istirahat yg tenang ya mbok.." ujar @aru***

Komunitas seni Yogyakarta juga menyampaikan penghormatan terakhir dengan menyebut Mbok Beruk sebagai tokoh yang tak tergantikan dalam seni pertunjukan tradisi.

Kepergian Sumisih Yuningsih meninggalkan ruang kosong bagi dunia seni Yogyakarta. Sosok yang puluhan tahun membangun tradisi dagelan dan ketoprak ini telah berjasa besar dalam menyuarakan nilai-nilai budaya Jawa melalui humor dan pentas rakyat.


Berita Terkait


News Update