Obrolan Warteg: Optimis, Mudik Lebaran Lebih Tertib, Aman dan Selamat

Sabtu 14 Feb 2026, 06:00 WIB
Obrolan warteg hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan warteg hari ini, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan langkah strategis berbasis data untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Idul Fitri mendatang.

Khususnya di Tol Trans Jawa,Pantura dan penyeberangan Merak-Bakauheni yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik lebaran.

Seperti dikatakan Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dengan kesiapan sistem yang semakin kuat dan dukungan partisipasi aktif masyarakat, pihaknya optimistis mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan selamat.

Sistem contra flow dan one way nasional akan diterapkan dengan mempertimbangkan volume kendaraan di lapangan.

Baca Juga: Asik! Kemenhub Berikan Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026, Cek Daftarnya

“Seperti lebaran tahun lalu, contra flow diterapkan saat arus mudik dari Jabodetabek yang memasuki tol Cipali mulai tersendat karena volume kendaraan yang memadati seluruh ruas jalan tol,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Bahkan diterapkan one way saat puncak arus mudik, pada H-2 dan H-1. One way juga diterapkan di tol Cipali dari Cirebon arah Jakarta, saat puncak arus balik lebaran,” tambah Yudi.

“Jika tidak one way, dapat diprediksi kepadatan lalu lintas mengular mulai Cirebon hingga Semarang. Saya termasuk yang menikmati kelancaran arus balik saat diterapkannya one way di Cipali dan contra flow di tol Cikampek-Jakarta,” urai mas Bro.

“Itulah rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan baik saat arus mudik maupun balik lebaran, tentu dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk pergerakan dan volume kendaraan,” kata Heri.

Baca Juga: Link Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026, Cek Syarat Dokumen dan Jadwal Keberangkatan

“Betul juga jangan sampai one way dan contra flow diterapkan, tetapi berdampak buruk bagi arus sebaliknya,” ujar Yudi.


Berita Terkait


News Update