Datang Jauh-Jauh ke JIJF Sejak Subuh, Rizki dan Kevin Pulang Tanpa Emas

Sabtu 14 Feb 2026, 22:19 WIB
Suasana Jakarta International Jewellery Fair (JIJF), JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Suasana Jakarta International Jewellery Fair (JIJF), JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gemerlap lampu dan kilau perhiasan menyambut ribuan pengunjung Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada 12-15 Februari 2026.

Pameran perhiasan terbesar di Indonesia bagian barat ini sejatinya menjadi ruang temu para pelaku industri emas, berlian, mutiara, perak, hingga batu mulia untuk memamerkan koleksi dan inovasi terbaru mereka.

Namun, di balik etalase yang berkilau, cerita berbeda justru terjadi di pintu masuk arena pameran, terutama area penjualan emas batangan Antam.

Suasana memanas sejak fajar belum sepenuhnya berganti siang, Sabtu, 14 Februari 2026. Puluhan bahkan ratusan orang sudah berdiri berdesakan di depan akses masuk.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 14 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Stabil

Saling dorong tidak terhindarkan ketika pintu dibuka. Pihak panitia pun menyediakan bangku-bangku dengan tali pembatas bagi antrean.

Rizki, 30 tahun, warga Sukabumi, berdiri dengan wajah lelah. Ia mengaku datang khusus dari rumahnya sejak subuh.

“Event jualan perhiasan, bang. Saya beli saja, buat invest,” kata Rizki kepada Poskota di lokasi, Sabtu, 14 Februari 2026.

Rizki hendak mendapatkan emas batangan yang harganya sedang cukup mahal.

Salah seorang pengunjung, Rizki, 30 tahun, warga Sukabumi di JIJF, JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

“Kalau di butik itu susah dapat nomor antrean. Mumpung ada event di sini, pikirnya lebih gampang,” ujarnya.

Namun, harapan membawa pulang emas 50 gram gagal. Saat berhasil masuk area antrean, daftar pembelian sudah penuh.

“Nihil, bang. Kecewa sekali. Dari Sukabumi jauh-jauh ke sini,” ucap dia.

Ia kemudian menunggu sejenak sebelum pulang. Ia mengaku kemungkinan besar tak akan kembali di hari terakhir karena lelah dan kecewa.

"Ini mau pulang, kalo dibilang kecewa sih kecewa yah jauh-jauh ke sini," ungkap Rizki.

Cerita dari Warga Bogor

Cerita serupa datang dari Kevin, 31 tahun, warga Bogor. Ia tiba di lokasi pukul 04.30 WIB.

“Jam 8 malam tadi sudah ada yang bikin list. Bukan dari Antam, mungkin oknum-oknum saja. Jadi yang dapat antrean cuma yang ada di list itu,” ungkapnya.

Ia menyebut dirinya sempat masuk dalam daftar nomor 97, sedankgn jumlah pendaftar disebut-sebut hampir 300 orang.

“Mustahil stoknya sampai segitu,” tuturnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Sabtu 14 Februari 2026 Naik Rp50.000 per Gram, Cek Update Terbarunya

Menurutnya, antrean 59 dari 200 sudah kehabisan stok emas pada hari pertama. Ia menilai sistem, yang diulang dari nol setiap hari tidak adil bagi mereka yang sudah antre meski tidka kebagian.

“Harusnya yang kemarin enggak dapat dilanjutkan ke besok. Bukan diulang lagi. Kalau begini bukan fair,” katanya.

Baik Rizki maupun Kevin sepakat, persoalan utama bukan semata harga, tetapi akses dan kejelasan aturan. Penyelenggara mestinya memiliki regulasi antrean yang lebih tegas dan transparan.

“Harusnya bikin aturan resmi, jangan ada list-list sendiri. Siapa datang duluan, ya itu yang dilayani,” pungkasnya.

Kilau emas memang selalu memikat. Di tengah tren harga fluktuatif dan minat investasi bertambah, pameran ini menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Namun, tidak sedikit pengunjung yang tidak beruntung untuk mendapatkan emas. (cr-4)


Berita Terkait


News Update