“Nihil, bang. Kecewa sekali. Dari Sukabumi jauh-jauh ke sini,” ucap dia.
Ia kemudian menunggu sejenak sebelum pulang. Ia mengaku kemungkinan besar tak akan kembali di hari terakhir karena lelah dan kecewa.
"Ini mau pulang, kalo dibilang kecewa sih kecewa yah jauh-jauh ke sini," ungkap Rizki.
Cerita dari Warga Bogor
Cerita serupa datang dari Kevin, 31 tahun, warga Bogor. Ia tiba di lokasi pukul 04.30 WIB.
“Jam 8 malam tadi sudah ada yang bikin list. Bukan dari Antam, mungkin oknum-oknum saja. Jadi yang dapat antrean cuma yang ada di list itu,” ungkapnya.
Ia menyebut dirinya sempat masuk dalam daftar nomor 97, sedankgn jumlah pendaftar disebut-sebut hampir 300 orang.
“Mustahil stoknya sampai segitu,” tuturnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Sabtu 14 Februari 2026 Naik Rp50.000 per Gram, Cek Update Terbarunya
Menurutnya, antrean 59 dari 200 sudah kehabisan stok emas pada hari pertama. Ia menilai sistem, yang diulang dari nol setiap hari tidak adil bagi mereka yang sudah antre meski tidka kebagian.
“Harusnya yang kemarin enggak dapat dilanjutkan ke besok. Bukan diulang lagi. Kalau begini bukan fair,” katanya.
Baik Rizki maupun Kevin sepakat, persoalan utama bukan semata harga, tetapi akses dan kejelasan aturan. Penyelenggara mestinya memiliki regulasi antrean yang lebih tegas dan transparan.
“Harusnya bikin aturan resmi, jangan ada list-list sendiri. Siapa datang duluan, ya itu yang dilayani,” pungkasnya.
