POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa terakhir ini media sosial sedang dihebohkan dengan perseteruan antara netizen Korea Selatan atau K-Netz dengan warganet dari Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Perseteruan ini terjadi setelah netizen Korea disebut melakukan rasis terhadap warganet Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya.
Momen ini terlihat jelas di media sosial X yang memperlihatkan K-Netz dan SEAblings yang merupakan sebutan netizen Asia Tenggara saling melontarkan hujatan.
Bahkan sejumlah artis Indonesia hingga Korea juga turut terseret dan menjadi korban rasisme tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara Knetz dan netizen Indonesia beberapa kali mencuat dan menjadi perbincangan luas.
Perseteruan ini umumnya bermula dari komentar di forum komunitas Korea yang kemudian diterjemahkan dan viral di Indonesia.
Kronologi Perseteruan K-Netz dan SEAblings di Media Sosial
Konflik ini bermula dari sebuah konser DAY6 di Malaysia. Saat itu, sejumlah fansite asal Korea Selatan diduga membawa kamera profesional dan lensa tele yang sejak awal sudah dilarang oleh promotor.
Teguran dari pihak penyelenggara dan petugas keamanan justru berujung emosi, hingga akhirnya para fansite tersebut menyampaikan permintaan maaf.
Namun masalahnya tidak berhenti di situ. Di media sosial, sebagian KNetz justru melontarkan komentar bernadakan rasis yang menyudutkan netizen Asia Tenggara.
Ucapan merendahkan soal fisik, warna kulit, hingga kondisi ekonomi memicu kemarahan netizen Indonesia. Adu argumen pun melebar ke mana-mana, tak lagi fokus pada insiden konser.
Dilansir dari berbagai sumber di media sosial, aksi saling serang KNetz dan netizen Asia Tenggara bermula dari media sosial X.
Baca Juga: Dunia Hiburan Korea Berduka, Aktris Kang Seo Ha Tutup Usia Akibat Kanker, Inilah Profil Lengkapnya
Hal ini bermula saat Knetz menyandingkan foto masyarakat Asia Tenggara dengan hewan primata.
Aksi KNetz tersebut pun mengundang amarah banyak warganet Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Malaysia. Banyak netizen SEAblings balik menyerang KNetz imbas cacian dan perilaku rasisme tersebut.
Mereka pun murka hingga memicu ‘perang’ di media sosial. Banyak cuitan yang saling menghina fisik akibat perilaku rasisme ini dan memancing emosi sejumlah netizen Asia Tenggara lainnya.
