Warga Cijayanti Bogor Sebut Pembangunan Perumahan Penyebab Utama Banjir Bandang

Kamis 12 Feb 2026, 15:04 WIB
Rumah warga di Kampung Cicerewed, Bogor, rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu sore, 11 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Rumah warga di Kampung Cicerewed, Bogor, rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu sore, 11 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

BABAKAN MADANG, POSKOTA.CO.ID - Banjir bandang terjadi di Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Rabu, 11 Februari 2026.

Salah satu warga yang terdampak, Rudi, 53 tahun mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya semakin sering setelah ada pembangunan perumahan di dekat permukiman warga.

Perumahan yang dimaksud Rudi tersebtu berada tepat di seberang Kali Cisarapati yang airnya kerap kali meluap ketika hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Dari penuturannya, ketika air meluap maka akan menyebar ke permukiman warga yang ketinggiannya lebih rendah hampir 2 meter dibandingkan lokasi perumahan tersebut.

Baca Juga: Cerita Warga Cijayanti Bogor Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Bandang, Berharap Direlokasi

“Air langsung naik, cepet, di rumah saya langsung masuk ke dalem, semua pada rusak, pada jebol ubin,” kata Rudi kepada Poskota, Kamis, 12 Februari 2026.

Air yang sempat menggenang di daerah tersebut berangsur surut sekitar pukul 18.30, tak lama setelah hujan mereda.

Namun sebagai pemilik usaha rental alat outdoor, ia terpaksa harus merelakan barang-barangnya rusak akibat terendam banjir.

Rudi menegaskan banjir kerap kali terjadi setelah adanya pembangunan perumahan dekat permukiman warga dan dekat daerah hulu kawasan Gunung Geulis.

Baca Juga: Ruas Jalan Depan Mal Taman Anggrek Rusak, Bina Marga Sebut Kewenangan dari Pengembang

“Saluran harus diperbaiki, kalau begini terus kan dampaknya ke warga juga. Waswas jadi gak tenang kalau hujan deras,” ucap Rudi.

Sementara itu, warga lainnya, Suryati, 46 tahun, mengungkapkan hal yang sama seperti Rudi. Hampir tujuh tahun terakhir semenjak pembangunan perumahan dekat permukiman warga, membuat wilayah Kampung Cicerewed kerap dilanda banjir.

“Semenjak ada perumahan aja, kan tadinya tanah kosong, jadi air bisa kesana,” ucap Suryati.

Suryati juga mengaku selalu dihantui rasa was-was ketika hujan deras melanda wilayah dekat rumahnya. Ia sering keluar masuk rumah untuk memastikan kondisi apakah banjir datang atau tidak.

Baca Juga: Tim Maung ASRI Bentukan Wali Kota Depok Tutup 2 TPS Ilegal

“Selama 7 tahun, asal ujan satu jam aja kita mulai ketar-ketir, udah keluar masuk keluar masuk ngeliat posisi air udah masuk apa belum, setiap ujan. Jangankan satu jam, setengah jam asal gede udah keluar masuk,” ujar Suryati. (cr-6)


Berita Terkait


News Update