Pada awalnya, Azmi membiarkan pasangan tersebut. Namun lama-kelamaan ia merasa terganggu dengan tindakan mereka.
Kesal dengan perilaku itu, Azmi akhirnya menegur kedua penumpangnya. Dengan nada satir, ia mencoba mengingatkan mereka agar tidak berbuat tidak senonoh di dalam mobilnya.
“Bang, maaf ya. Emang nggak bisa ditahan sebentar? Ini kan mobil saya. Nggak bisa dilakukan di rumah abang saja? Jangan di mobil saya,” ujarnya.
Baca Juga: Dokter Richard Lee Dicekal ke Luar Negeri seusai Praperadilan Ditolak
Penumpang itu lalu meminta maaf dan mengakui perbuatannya bersama sang kekasih.
Menurut Azmi, setelah ia menegur secara halus, kedua penumpang tersebut tetap tidak mengindahkan. Barulah setelah ia mengeraskan suara, tindakan tersebut berhenti seketika.
Azmi, sebagai sopir taksi online, merasa tidak nyaman karena mobil yang ia gunakan untuk mencari nafkah diperlakukan seperti itu.
“Bukan begitu bang, ini mobil buat usaha saya. Gimana sih. Dari tadi saya perhatiin, kayak nggak ada tempat lain. Saya diemin malah makin menjadi,” tegur Azmi.
Saking kesalnya, ia bahkan menanyakan apakah pasangan tersebut sudah menikah atau belum.
“Nggak ada sopan-sopannya begitu. Udah nikah belum? Belum nikah saja sudah berbuat begitu di luar,” tegas Azmi.
Tindakan tidak pantas dari penumpang tidak hanya membuat pengemudi tidak nyaman, tetapi juga dapat menimbulkan risiko lain seperti laporan sepihak atau konflik yang merugikan salah satu pihak.
Pengemudi tersebut mengungkapkan ketakutannya apabila penumpang yang ia tegur justru melapor ke aplikator dan memberikan penilaian buruk.
