Tapi tidak memberi ruang bagi mereka yang tidak siap, diam di tempat dan penuh dengan keraguan. Meski begitu, keseimbangan tetap menjadi kunci agar energi yang hadir tidak berubah menjadi tekanan. Termasuk keseimbangan mengambil keputusan dalam jangka panjang.
Ingat! Energi yang terlalu dominan bisa memicu sifat impulsif, terburu-buru, emosional, atau mudah tersinggung.
Lantas yang siapa yang akan meraih keberuntungan? Jawabnya kita tahu apa yang bakal terjadi. Begitu pula apakah tahun 2026 ini akan terjadi lompatan kemajuan besar atau masih diwarnai konflik? Jawabnya masih tanda tanya.
Yang pasti, energi besar kian dibutuhkan untuk menuntaskan semua program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menyatukan energi besar guna memajukan bangsa dan negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, ber-Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dan yang ber- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Energi besar alami sudah kita miliki, yakni melimpahnya sumber daya alam,sumber daya manusia dan adat budaya bangsa yang telah diakui dunia.Tinggal bagaimana mengelolanya, siapa pengelolanya serta untuk siapa.
Baca Juga: Kopi Pagi: Selaraskan Ambang Batas
Di sinilah perlunya seluruh kekuatan sosial, politik, ekonomi dan budaya harus bergerak cepat melakukan perubahan dan perubahan menuju kebaikan menyongsong visi Indonesia Emas.
Tak kalah pentingnya menyatukan kekuatan besar rakyat demi kemakmuran seluruh rakyat, bukan sebagian rakyat, terlebih hanya dinikmati dan menguntungkan sekelompok elite.Justru yang “elite” sudah seharusnya menyantuni ‘kaum alit”, bukan sebaliknya semena – mena mengambil haknya kaum alit, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom Kopi Pagi.
Di tengah beragam dan tantangan yang menghadang, di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kita harus optimistis, dengan energi besar yang kita miliki, mampu menghadapi, bahkan memanfaatkan perubahan yang terjadi demi kemajuan negeri.
Dengan kekuatan besar yang kita miliki, kita kian optimis mampu menuju visi Indonesia Emas. Tanda-tanda sudah terlihat dengan membangun swasembada pangan, energi dan air.
Baca Juga: Kopi Pagi: Selaraskan Ambang Batas
Hilangkan sikap pesimis yang menghambat perubahan dan kemajuan, tanggalkan keraguan untuk mengejar impian. Mari kita tanggalkan keraguan, bangun semangat optimisme melakukan perubahan menuju kebaikan, menuju sukses Indonesia yang damai, adil dan sejahtera. (Azisoko)
