POSKOTA.CO.ID - “Di tengah beragam tantangan yang menghadang, di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kita harus optimistis, mampu menghadapi, bahkan memanfaatkan perubahan yang terjadi demi kemajuan negeri," kata Harmoko.
Sepekan lagi, tepatnya 17 Februari 2026, diperingati Hari Raya Imlek – sering dikenal pula Tahun Baru China. Peristiwa ini akan menandai berakhirnya tahun Ular Kayu melangkah menuju tahun Kuda Api.
Sebagaimana memasuki tahun baru pada umumnya, selalu diiringi dengan harapan baru, resolusi, termasuk kehendak ingin tahu apa yang diramalkan bakal terjadi.
Dalam astrologi Tiongkok, setiap pergantian tahun akan membawa dinamika Qi (dibaca chi) – energi vital, esensial yang menopang kehidupan) yang mempengaruhi keberuntungan, kesehatan, kemakmuran setiap individu berdasarkan shio.
Baca Juga: Kopi Pagi: Pers Nasional, Antara Harapan dan Kenyataan
Lantas bagaimana "medan perang" yang bakal dihadapi dalam memasuki tahun kuda api (fire horse)? Secara umum, shio Kuda dikenal sebagai sosok periang, ambisius, pekerja keras, serta mampu bergerak cepat dalam menghadapi peluang maupun tantangan.
Unsur Api memperkuat karakter tersebut dengan energi eksplosif, kreativitas menggebu, dan keberanian untuk mengambil risiko yang tidak dimiliki tahun-tahun sebelumnya
tahun ini ditenggarai akan penuh gairah, kecepatan dan transformasi.Tahun ini dipercaya membawa semangat besar, perubahan cepat, dan dorongan kuat untuk bergerak maju. Perubahan bisa terjadi dalam sekejap.
Disebut pula, 2026 ini sebagai double fire atau api ganda, yang oleh para ahli astrologi, energi ini berpotensi mempercepat perubahan di berbagai sektor, mulai dari politik, teknologi dan gerakan sosial.
Baca Juga: Kopi Pagi: Daulat Ekonomi Rakyat
Tahun ini dipercaya sebagai periode penuh peluang kejar impian bagi mereka yang siap bergerak, mengambil keputusan cepat, dan tidak takut mencoba hal baru. Menuntut adanya keberanian, strategi, serta kemampuan mengelola energi besar yang mengelilinginya untuk mengejar impian yang lama tertunda, memulai babak baru dan keluar dari zona nyaman.
Tapi tidak memberi ruang bagi mereka yang tidak siap, diam di tempat dan penuh dengan keraguan. Meski begitu, keseimbangan tetap menjadi kunci agar energi yang hadir tidak berubah menjadi tekanan. Termasuk keseimbangan mengambil keputusan dalam jangka panjang.
Ingat! Energi yang terlalu dominan bisa memicu sifat impulsif, terburu-buru, emosional, atau mudah tersinggung.
Lantas yang siapa yang akan meraih keberuntungan? Jawabnya kita tahu apa yang bakal terjadi. Begitu pula apakah tahun 2026 ini akan terjadi lompatan kemajuan besar atau masih diwarnai konflik? Jawabnya masih tanda tanya.
Yang pasti, energi besar kian dibutuhkan untuk menuntaskan semua program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menyatukan energi besar guna memajukan bangsa dan negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, ber-Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dan yang ber- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Energi besar alami sudah kita miliki, yakni melimpahnya sumber daya alam,sumber daya manusia dan adat budaya bangsa yang telah diakui dunia.Tinggal bagaimana mengelolanya, siapa pengelolanya serta untuk siapa.
Baca Juga: Kopi Pagi: Selaraskan Ambang Batas
Di sinilah perlunya seluruh kekuatan sosial, politik, ekonomi dan budaya harus bergerak cepat melakukan perubahan dan perubahan menuju kebaikan menyongsong visi Indonesia Emas.
Tak kalah pentingnya menyatukan kekuatan besar rakyat demi kemakmuran seluruh rakyat, bukan sebagian rakyat, terlebih hanya dinikmati dan menguntungkan sekelompok elite.Justru yang “elite” sudah seharusnya menyantuni ‘kaum alit”, bukan sebaliknya semena – mena mengambil haknya kaum alit, seperti dikatakan Harmoko dalam kolom Kopi Pagi.
Di tengah beragam dan tantangan yang menghadang, di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, kita harus optimistis, dengan energi besar yang kita miliki, mampu menghadapi, bahkan memanfaatkan perubahan yang terjadi demi kemajuan negeri.
Dengan kekuatan besar yang kita miliki, kita kian optimis mampu menuju visi Indonesia Emas. Tanda-tanda sudah terlihat dengan membangun swasembada pangan, energi dan air.
Baca Juga: Kopi Pagi: Selaraskan Ambang Batas
Hilangkan sikap pesimis yang menghambat perubahan dan kemajuan, tanggalkan keraguan untuk mengejar impian. Mari kita tanggalkan keraguan, bangun semangat optimisme melakukan perubahan menuju kebaikan, menuju sukses Indonesia yang damai, adil dan sejahtera. (Azisoko)