Ia mengungkapkan, persoalan sampah di wilayahnya sempat menjadi masalah serius.
Fahmi mengungkapkan, pada 2023 volume sampah mencapai lebih dari 121 ton per hari atau sekitar 44 ribu ton per tahun, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya sekitar 75 ton per hari.
“Dengan kesadaran ini, kami Pemerintah Kabupaten Paser mencoba berpikir dan belajar cepat bagaimana mengelola sampah dengan memanfaatkan nilai ekonomis sampah itu sendiri. Dan konsep yang akan diterapkan adalah Zero Waste pengelolaan sampah,” ungkap Fahmi.
Baca Juga: Meski Dinilai Sudah Mumpuni, Pengamat Sarankan Kawasan Blok M Hub Diperbaiki agar Tidak Pengap
Sementara itu, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya menyatakan, pihaknya siap mendukung pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif di industri semen.
“Itu merupakan wujud komitmen kami untuk mengelola sampah dengan yang ramah lingkungan,” kata Christian.
Christian berharap kerja sama terkait penanganan sampah dengan Kabupaten Paser dapat menjadi model percontohan nasional dalam pemanfaatan RDF, khususnya di Kalimantan.
"Ini salah satu contoh role model penanganan RDF yang paling komplit adanya di Paser, Kalimantan. Jika berjalan baik, ini akan menjadi nomor satu," ujarnya. (pan)
