Sebagian umat Islam terbiasa membaca lafaz berikut ketika sahur:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.
Namun penting dipahami, mayoritas ulama menegaskan bahwa niat tempatnya di hati. Melafalkannya bukan syarat sah, tetapi boleh dilakukan untuk membantu memantapkan niat.
Baca Juga: Anak Harus Puasa Sejak Umur Berapa? Ustadz Adi Hidayat Ungkap Batas Idealnya
Selama seseorang telah bertekad sebelum terbit fajar untuk berpuasa, maka niatnya sudah dianggap ada.
Doa Setelah Sahur
Setelah selesai makan, jangan lupa memanjatkan pujian kepada Allah SWT melalui doa berikut.
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin:
Alhamdulillahil ladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana minal muslimin.
Artinya:
