Cuplikan tersebut memantik polemik lantaran dinilai merendahkan adat dan tradisi Toraja.
Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Pandji hadir didampingi Haris Azhar dengan mengenakan kemeja lengan panjang dan celana cargo.
Ia mengikuti seluruh tahapan prosesi yang dikenal sebagai Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto dengan sikap khidmat.
Baca Juga: Tempok SDN 03 di Jelambar Jakbar Nyaris Roboh, Petugas Dikerahkan
Akui Kekeliruan dalam Riset Materi
Dalam forum tersebut, Pandji terbuka menjawab berbagai pertanyaan dari perwakilan adat.
Ia mengakui terdapat kekurangan dalam proses riset saat menyusun materi komedinya.
Menurutnya, ia semestinya melihat Toraja melalui sudut pandang masyarakat setempat, bukan hanya berdasarkan literasi dan narasumber dari luar.
“Seharusnya saya menggunakan kacamata Toraja untuk memahami sisi lainnya,” ujarnya.
Tersentuh Cara Penyelesaian Adat
Walau harus menjalani sesi tanya jawab yang intens, Pandji mengaku terharu dengan pendekatan yang dipakai masyarakat Toraja dalam menyelesaikan masalah.
“Saya tidak pernah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat adat seperti di Toraja ini,” tutur Pandji.
