Formasi tersebut di antaranya Mike pada gitar, Bob OI! pada bass, serta Steve pada drum.
Dari fase ini, karakter vokal dan gaya panggung Romi mulai dikenal sebagai ekspresif, liar, namun sarat pesan perlawanan.
Kemudia, sekitar Juni 2009, Romi memutuskan membentuk band sendiri yang berbasis di Cilandak, Jakarta Selatan.
Band tersebut awalnya bernama Romy and The Bad Boy, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Romi & The Jahats.
Baca Juga: Sosok Seleb Makassar Viral Foto dengan Whip Pink Siapa? Ini Fakta yang Beredar
Perubahan nama tersebut dilakukan untuk merepresentasikan tema musik yang diusung, yakni kekejaman realitas sosial, intrik kehidupan jalanan, serta ironi hidup masyarakat kelas bawah.
RTJ kemudian tumbuh menjadi salah satu band punk rock yang konsisten menghidupkan semangat independen dan kritik sosial.
Selama berkiprah bersama RTJ, Romi Jahat melahirkan sejumlah karya yang dianggap ikonik di kalangan penggemar punk dan musik alternatif.
Beberapa lagu dan album yang kerap disebut antara lain “HORE”, “Tunggu Mati”, dan “Sebelum Akhir Dunia”.
Dalam beberapa tahun terakhir, RTJ juga merilis karya seperti “Pelita Di Tanah Lapang” pada 2024 serta “Suaraku” pada 2025.
Lagu-lagu tersebut tetap mempertahankan karakter kritik sosial yang menjadi ciri khas Romi Jahat sejak awal kariernya.
Selain berkarya di studio, Romi dikenal sebagai performer panggung yang energik.
