“Tuduhan ke kamu nggak 1–2 tapi ada banyak! Dan itu semua harus kamu jelaskan. Terserah caranya gimana,” tegas dr Tirta melalui unggahan Instagram.
Sorotan Mengarah ke Circle Streetwear Mohan
Tidak hanya menyentil Mohan, dr Tirta juga mengkritik lingkaran pergaulan sang pemilik brand Thanksinsomnia itu. Ia menilai circle tersebut cenderung menormalisasi perilaku buruk dan sering berdalih netral dengan membandingkan kasus lain.
“Intinya circle Mohan bawa-bawa kasus Gofar sebagai alasan mereka netral. Sudah saya jelaskan, dalam situasi begini harusnya stay with victim dulu. Tapi ya tetap ngeyel,” ujarnya.
Baca Juga: Auto Malu! Maling Helm di Malang Berakhir Sial, Terduga Pelaku Disoraki Massa
Menurut dr Tirta, sikap tersebut menunjukkan masalah yang lebih besar dalam komunitas fashion lokal, terutama di kalangan pemilik brand dan influencer.
“Circle dia rata-rata ya owner brand lokal dan influencer skena fashion. Ini yang jadi masalah. Kesannya owner-owner brand lokal jadi enabler,” kritiknya.
dr Tirta menilai adanya loyalty trap dalam circle tersebut, di mana para rekan lebih mengutamakan loyalitas pertemanan daripada keberpihakan kepada korban.
“Takut Kehilangan Mohan” Dinilai Jadi Alasan Circle Bungkam
Dalam salah satu unggahan, dr Tirta menjawab pertanyaan warganet bernama @momenteeee yang mempertanyakan sikap diam para rekan Mohan.
“Terus ada yang nyinggung, circlenya tutup mulut = sering lihat dia begitu berarti dok?” tanya akun tersebut.
dr Tirta menjawab bahwa sikap bungkam itu bukan karena mereka mengetahui perilaku Mohan secara detail, melainkan faktor pertemanan.
“Karena ya mereka lebih takut kehilangan Mohan. Alias loyalitas teman. Padahal Mohan tanpa kita juga bisa survive. Kaya raya kok. Jangan. Sales Thanksom per hari kan ribuan pcs, bang,” jelasnya.
