“Doakan agar ketika kambuh, auratku tidak tersingkap.”
Ini menunjukkan ketabahan tingkat tinggi, serta pemahaman mendalam terhadap qada dan qadar.
Baca Juga: Bagaimana Cara Berbuka Puasa yang Tepat? Ternyata Ini Adabnya Sesuai Tuntunan Rasullullah SAW
Kegagalan Menerima Takdir jadi Penyebab Banyak Orang Menjauh dari Agama
Diakui bahwa sebagian orang meninggalkan keimanan karena tidak mampu menerima kenyataan pahit. Mereka bertanya:
- Mengapa ada peperangan?
- Mengapa orang jahat hidup berkecukupan?
- Mengapa orang baik tertimpa musibah?
Ustaz merespons “Ketidakmampuan menerima qada dan qadar membuat seseorang gagal memahami peran dirinya sebagai hamba.”
Contoh Palestina menjadi pelajaran besar. Meski rumah, anak, dan keluarga hilang, mereka tetap berkata Alhamdulillah.
“Mereka hanya meminta satu hal: dijaga dari ucapan yang tidak diridai Allah.” ujarnya
Keimanan terhadap qada dan qadar bukan tentang pasrah total atau bekerja tanpa henti. Islam menuntun umatnya memahami dua wilayah besar:
- Wilayah yang berada dalam kontrol manusia sebagai tempat berjuang.
- Wilayah yang berada di luar kontrol manusia sebagai tempat berserah.
Mengelola keduanya adalah bentuk kedewasaan beragama. Inilah esensi dari ketabahan, syukur, strategi hidup, dan kekuatan iman.
