4. Mulai buka puasa dengan makan kurma sebanyak 3 butir atau 5 butir.
5. Berbuka dengan air.
6. Jika tidak ada air zamzam, maka boleh berbuka puasa menggunakan air minum biasa.
7. Jika tidak ada air minum, disunahkan berbuka dengan sesuatu yang manis.
8. Setelah Itu, barulah membaca doa berbuka puasa sambil mengangkat kedua tangan.
9. Kemudian, makan dan minum secukupnya, tidak berlebih-lebihan, ayu bermewah-mewahah hingga mengakibatkan kekenyangan.
10. Setelah makan dan minum, membaca doa sebagai berikut
اَلْحَمْدُ للِهِٰ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ، وَلَا مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا.
Artinya: “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik (murni terhindar dari riyâ’ dan sum‘ah) nan berkah (berkembang, terus menerus tidak terputus), yang pujian itu tidak bisa mencukupi, tidak ditolak, pun tidak pula dicukupkan sepadan pada pemberian-Mu, duhai Tuhan kami” (HR. al-Bukhârî dari Abû Umâmah r.a.).
Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Lengkapnya
11. Apabila berbuka puasa di tempat orang lain, maka dianjurkan membaca doa sebagai berikut
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَتَنَزَّلَتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَغَشِيَتْكُمُ الرَّحْمَةُ
