LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Bencana tanah longsor di Kampung Kadu Beruk, Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Lebak, mengakibatkan masjid dan dua rumah warga mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 8 Februari 2026 kemarin.
Salah seorang warga, Arsam, 57 tahun mengungkapkan, tanah longsor terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 dini hari saat hujan deras.
"Dari jam satu malam hujan cukup deras sampai pagi. Kejadian longsornya sekitar jam 5 pagi. Untung warga sudah pada bangun tidur, jadi alhamdulillah warga terdampak selamat," ungkapnya, Senin 9 Februari 2026.
Baca Juga: Harga Sembako di Lebak Alami Kenaikan Jelang Ramadan, Masyarakat Berharap Kembali Stabil
Arsam mengungkapkan, setidaknya ada dua rumah warga yang terdampa. Satu rumah kondisi rusak berat, sedangkan satu rumah lainnya rusak ringan.
"Rumah yang mengalami kerusakan paling parah diketahui milik seorang warga bernama Nanang, dengan seluruh bagian dapur beserta peralatannya rusak," katanya.
Selain rumah warga, bangunan masjid yang ada di kampung Kadu Beruk juga ikut terdampak. Saat ini kondisi bangunan masjid disebut Arsan cukup mengkhawatirkan.
"Pondasi bangunan Masjid dan bangunan Majelis taklim di kampung kami mengalami kerusakan akibat longsor. Bagian depan bangunan menggantung dan balkon terbawa material longsoran," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Program Gentengisasi, DKUPP Purwakarta Pastikan Industri Genting Lokal Dapat Angin Segar
Menurut Arsam, kondisi tanah yang digunakan menjadi permukiman penduduk tersebut miring di wilayah perbukitan.
Sedangkan di lokasi longsor, sebelumnya terdapat urukan yang ditahan turap, akan tetapi tidak mampu menahan air hujan yang terus mengikis tanah.
Lebih lanjut, kedalaman longsoran yang terjadi diperkirakan mencapai empat meter. Hingga saat ini, warga kampung Kadu Beruk masih khawatir potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
"Kalau hujan deras lagi, ya kemungkinan bisa terjadi lagi," kata Arsam.
Baca Juga: Gubernur Sebut HPN 2026 di Provinsi Banten Beri Dampak Positif Pariwisata dan Ekonomi
"Kami tetap waspada dan mengurangi aktivitas di sekitar lokasi longsor, terutama di dekat bangunan yang terdampak dan lereng perbukitan yang rawan pergerakan tanah," ujarnya. (fat)