BEM UGM menyebut tragedi ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap distribusi anggaran pendidikan dan bantuan sosial, khususnya di wilayah tertinggal.
Baca Juga: Terkendala Adminduk, Keluarga Siswa Bunuh Diri di NTT Dinyatakan Tak Menerima Bansos
Seruan Intervensi UNICEF
Melalui surat yang dikirimkan, BEM UGM meminta UNICEF memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan hak anak di Indonesia. Mereka bahkan meminta adanya bentuk intervensi moral berupa “teguran” kepada pemerintah agar tragedi serupa tidak terulang.
Tiyo menegaskan bahwa langkah menyurati UNICEF merupakan bentuk keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang dianggap mendesak. “Ketika negara gagal mendengar jeritan warganya sendiri, kami merasa perlu membawa suara ini ke ruang yang lebih luas, agar tragedi serupa tidak terus berulang,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait kritik dan permintaan yang disampaikan BEM UGM.
