BEM UGM Surati UNICEF Usai Tragedi Anak yang Mengakhiri Hidup di NTT, Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Prioritas Anggaran

Sabtu 07 Feb 2026, 12:34 WIB
Kasus bunuh diri anak di NTT mendorong BEM UGM menyurati UNICEF. Fokus kritik pada akses pendidikan, ketimpangan sosial, dan prioritas anggaran pemerintah. (Sumber: Instagram/@bem.ugm)

Kasus bunuh diri anak di NTT mendorong BEM UGM menyurati UNICEF. Fokus kritik pada akses pendidikan, ketimpangan sosial, dan prioritas anggaran pemerintah. (Sumber: Instagram/@bem.ugm)

BEM UGM menyebut tragedi ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap distribusi anggaran pendidikan dan bantuan sosial, khususnya di wilayah tertinggal.

Baca Juga: Terkendala Adminduk, Keluarga Siswa Bunuh Diri di NTT Dinyatakan Tak Menerima Bansos

Seruan Intervensi UNICEF

Melalui surat yang dikirimkan, BEM UGM meminta UNICEF memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan hak anak di Indonesia. Mereka bahkan meminta adanya bentuk intervensi moral berupa “teguran” kepada pemerintah agar tragedi serupa tidak terulang.

Tiyo menegaskan bahwa langkah menyurati UNICEF merupakan bentuk keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan yang dianggap mendesak. “Ketika negara gagal mendengar jeritan warganya sendiri, kami merasa perlu membawa suara ini ke ruang yang lebih luas, agar tragedi serupa tidak terus berulang,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait kritik dan permintaan yang disampaikan BEM UGM.


Berita Terkait


News Update