POSKOTA.CO.ID - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan pernyataan keras dan penuh keprihatinan menyusul meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada.
Tragedi tersebut, menurutnya, menjadi cermin kegagalan pemerintah dan seluruh elemen sosial dalam melindungi anak-anak dari tekanan hidup yang semestinya bisa dicegah.
Melki menilai peristiwa bunuh diri yang melibatkan anak di bawah umur ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya peran negara, pemerintah daerah, hingga sistem sosial, agama, dan budaya yang seharusnya menjadi benteng terakhir masyarakat.
“Saya malu sebagai gubernur. Masih ada anak-anak meninggal gara-gara urusan buku dan pena, serta tagihan uang sekolah,” ujar Melki dikutip dari akun Instagram @melkilakalena.official pada Jumat, 5 Februari 2026.
Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya
Gubernur NTT Akui Kegagalan Negara Lindungi Anak dari Tekanan Ekonomi

Ia menegaskan bahwa sistem yang selama ini dibangun belum mampu menjangkau masyarakat paling rentan.
Menurutnya, tidak boleh ada satu pun anak di NTT kehilangan nyawa hanya karena keterbatasan ekonomi yang seharusnya dapat diatasi negara.
“Faktanya demikian, ini sangat memalukan, saya harus katakan kita semua gagal, juga saya selaku Gubernur kita gagal. Saya mengatakan pemerintah gagal, terutama pemerintah provinsi, kabupaten sampai ke tingkat desa,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, Melki juga menyoroti persoalan bantuan sosial yang kerap tidak sampai kepada warga miskin hanya karena kendala administratif. Ia dengan tegas melarang adanya pemotongan atau penyalahgunaan dana bantuan sosial.
Baca Juga: Siapa Juda Agung? Ini Profil Lengkap Pengisi Kursi yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono di Kemenkeu
“Jangan ada yang main data untuk orang miskin termasuk menyalahgunakan uang untuk orang miskin, itu wajib hukumnya kita tuntut dia sebagai pelaku extraordinari crime juga sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan,” katanya.
