IIMS 2026 jadi Panggung BYD, Jejak Global dan Kinerja Mobil Listrik Indonesia Disorot

Jumat 06 Feb 2026, 17:08 WIB
Merek mobil listrik BYD membawa capaian global dan kinerja kuat di pasar Indonesia dalam IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Sumber: Dok. BYD)

Merek mobil listrik BYD membawa capaian global dan kinerja kuat di pasar Indonesia dalam IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Sumber: Dok. BYD)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kehadiran BYD dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menegaskan peran perusahaan mengembangkan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), baik di tingkat global maupun nasional.

Pameran otomotif ini menjadi ruang bagi BYD untuk menunjukkan konsistensi strategi bisnis dan teknologi yang selama ini dibangun, seiring dengan semakin besarnya peran kendaraan listrik dalam industri otomotif Tanah Air.

Pada 2025, total produksi kendaraan energi baru BYD mencapai angka 15 juta unit. Capaian ini dibarengi dengan penjualan global yang melampaui 4,6 juta unit, termasuk ekspor lebih dari 1 juta unit yang tersebar di lebih dari 119 negara dan wilayah.

Raihan tersebut memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin penjualan global di segmen NEV, sekaligus menunjukkan tingkat kepercayaan pasar internasional terhadap teknologi yang dikembangkan perusahaan asal Tiongkok itu.

Baca Juga: IIMS 2026 Kesempatan Terakhir Dapatkan Mobil JETOUR T2 Seharga Rp568 Juta

Pertumbuhan ini didukung oleh lebih dari 123.000 tenaga insinyur dan peneliti di berbagai negara, yang berperan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik secara berkelanjutan dan terintegrasi.

“Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi BYD secara global, mencerminkan kematangan strategi yang berangkat dari pengembangan teknologi inti secara berkelanjutan,” kata Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.

Pasar EV Indonesia Masuk Fase Baru

Momentum global BYD sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Sepanjang 2025, pangsa pasar EV nasional meningkat hingga sekitar 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi ini menandai perubahan signifikan dalam struktur pasar otomotif nasional.

Dalam periode yang sama, BYD mencatatkan penjualan lebih dari 54.000 unit di Indonesia dan menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional. Kinerja tersebut menempatkan BYD sebagai merek kendaraan listrik terlaris di Tanah Air sepanjang 2025.

Mobil BYD tampil di IIMS 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Sumber: Dok. BYD)

Lonjakan permintaan semakin terlihat pada kuartal keempat 2025, ketika penjualan EV nasional menembus lebih dari 13.000 unit per bulan dan pangsa pasar EV mencapai 18 persen.

Untuk menopang pertumbuhan pasar, BYD terus memperluas jaringan kehadirannya di Indonesia. Pengembangan dilakukan secara bertahap dari wilayah barat hingga timur Indonesia, dengan fokus mendekatkan teknologi dan layanan kepada konsumen.

Langkah tersebut tidak hanya mencakup ekspansi jaringan penjualan, tetapi juga edukasi publik dan kolaborasi dengan mitra lokal.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya BYD untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik yang relevan, inklusif, dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” kata Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Pendekatan Teknologi Terintegrasi BYD

Kepemimpinan BYD dibangun melalui penguasaan teknologi secara menyeluruh, mulai dari riset dan pengembangan, manufaktur, hingga pengujian di berbagai kondisi ekstrem. Pendekatan end-to-end ini bertujuan memastikan teknologi kendaraan listrik siap digunakan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut tercermin melalui fasilitas pengujian BYD All-Terrain Circuit di Zhengzhou, Tiongkok, yang sebelumnya dikunjungi media Indonesia. Di lokasi tersebut, kendaraan NEV BYD diuji dalam beragam skenario untuk memastikan performa sistem penggerak, stabilitas, dan keselamatan.

Pengembangan teknologi BYD juga mencakup sistem pengisian daya berkecepatan tinggi melalui Megawatt Charging System. Teknologi ini didukung arsitektur tegangan hingga 1.000V serta penggunaan chip Silicon Carbide (SiC) 1.500V, yang memungkinkan pengisian energi sekitar 400 kWh dalam waktu sekitar lima menit.

Baca Juga: Honda Perkuat Strategi Mobil WR-V hingga CR-V e:HEV di IIMS 2026

Sementara dari sisi produksi, BYD mengandalkan Zhengzhou Mega Factory dengan tingkat otomatisasi lebih dari 98 persen. Ribuan robot industri digunakan untuk memastikan presisi perakitan, konsistensi kualitas, dan keselamatan struktural setiap unit kendaraan.

Varian Baru untuk Kebutuhan Pasar Lokal

Dalam rangka memperluas pilihan kendaraan listrik, BYD memperkenalkan ATTO 3 Advanced Plus di IIMS 2026. Varian ini melengkapi jajaran ATTO 3 dengan fokus pada keseimbangan performa, efisiensi, dan fitur keselamatan untuk penggunaan harian.

Model ini dibekali baterai berkapasitas 49,92 kWh dengan jarak tempuh hingga 410 km, serta berbagai fitur keselamatan aktif seperti Adaptive Cruise Control dengan Stop & Go dan Automatic Emergency Braking.

Ruang Pengalaman Teknologi di IIMS 2026

Di IIMS 2026, BYD menghadirkan area pameran bertema “Infinite Innovation” yang berlokasi di Hall D, JIExpo Kemayoran. Sebanyak 12 unit kendaraan listrik dipamerkan, mencakup berbagai segmen, mulai dari BYD ATTO 1 hingga BYD M6.

Selain display kendaraan, pengunjung juga dapat mengakses zona edukasi teknologi, area layanan purna jual, serta fasilitas test drive yang dirancang untuk merepresentasikan kondisi berkendara sehari-hari.

Kehadiran BYD di IIMS 2026 menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam mendorong adopsi kendaraan listrik dan membangun ekosistem mobilitas yang lebih bersih dan efisien di Indonesia.


Berita Terkait


News Update