349 Ribu Warga Jakarta Menganggur, Didominasi Laki-laki dan Lulusan SMA

Jumat 06 Feb 2026, 14:51 WIB
Ilustrasi, data pengangguran di Jakarta. (Sumber: freepik)

Ilustrasi, data pengangguran di Jakarta. (Sumber: freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Jumlah pengangguran di Jakarta mengalami peningkatan pada November 2025, seiring bertambahnya angkatan kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja. 

Meski jumlah penduduk bekerja ikut naik, laju penyerapan tenaga kerja belum sepenuhnya mampu menahan kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pada November 2025 menunjukkan penduduk usia kerja di Jakarta mencapai 8,44 juta orang, naik sekitar 10 ribu orang dibanding Agustus 2025.

"Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebesar 5,53 juta orang, sisanya adalah bukan angkatan kerja sebanyak 2,91 juta orang," ucap Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Baca Juga: Pabrik Karoseri di Bogor Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

Namun, Kadarmanto mengatakan, sebanyak 349 ribu penduduk Jakarta masih menganggur pada November 2025. Disisi lain, orang yang sudah bekerja di Jakarta mencapai 5,53 juta orang. 

"Komposisi angkatan kerja di Jakarta pada November 2025 terdiri dari 5,18 juta orang penduduk yang bekerja dan 349 ribu orang pengangguran," ujar Kadarmanto. 

Kadarmanto menyampaikan, angka itu mengalami peningkatan dibanding Agustus 2025. 

"Jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 67,30 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 48,67 ribu orang, di sisi lain pengangguran juga bertambah 18,63 ribu orang," kata Kadarmanto. 

Baca Juga: Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Pramono: Insentif dan Kolaborasi Jaga Daya Beli Warga

Lebih lanjut, Kadarmanto mengungkapkan, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki mencapai 6,90 persen, lebih tinggi dibanding perempuan sebesar 5,43 persen.

"Pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 6,90 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,43 persen. TPT laki-laki naik 0,69 persen poin, sedangkan TPT perempuan turun 0,36 persen poin jika dibandingkan Agustus 2025," ungkap Kadarmanto. 

Sementara itu, dari tingkat pendidikan, lulusan SMA umum masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi. 

Dia menyebut, TPT tamatan SMA umum merupakan yang tertinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,14 persen pada November 2025.

Baca Juga: Banyak Laporan dari Warga, DPRD DKI Sidak Jalan Rusak di Flyover Pesing Jakbar

"TPT terendah terjadi pada tamatan Diploma 1/II/III sebesar 3,44 persen," katanya.

Selanjutnya, Kadarmanto mengatakan, tamatan SMK sebesar 7,84 persen, TPT Universitas sebesar 5,47 persen, TPT SD ke bawah sebesar 4,06 persen, dan TPT SMP sebesar 3,66 persen.

"Dibandingkan Agustus 2025, TPT tamatan Diploma I/II/III turun 2,46 persen poin, TPT tamatan SMP turun 1,47 persen poin, dan TPT tamatan Universitas turun 0,64 persen poin," ujar dia. 

Dia mengatakan, TPT mengalami peningkatan pada tamatan lainnya. Peningkatan TPT terbesar pada tamatan SD ke bawah yaitu naik 1,23 persen poin.

"Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT November 2025 mempunyai pola yang sedikit berbeda dengan Agustus 2025," ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update