"Pada November 2025, TPT laki-laki sebesar 6,90 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,43 persen. TPT laki-laki naik 0,69 persen poin, sedangkan TPT perempuan turun 0,36 persen poin jika dibandingkan Agustus 2025," ungkap Kadarmanto.
Sementara itu, dari tingkat pendidikan, lulusan SMA umum masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi.
Dia menyebut, TPT tamatan SMA umum merupakan yang tertinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,14 persen pada November 2025.
Baca Juga: Banyak Laporan dari Warga, DPRD DKI Sidak Jalan Rusak di Flyover Pesing Jakbar
"TPT terendah terjadi pada tamatan Diploma 1/II/III sebesar 3,44 persen," katanya.
Selanjutnya, Kadarmanto mengatakan, tamatan SMK sebesar 7,84 persen, TPT Universitas sebesar 5,47 persen, TPT SD ke bawah sebesar 4,06 persen, dan TPT SMP sebesar 3,66 persen.
"Dibandingkan Agustus 2025, TPT tamatan Diploma I/II/III turun 2,46 persen poin, TPT tamatan SMP turun 1,47 persen poin, dan TPT tamatan Universitas turun 0,64 persen poin," ujar dia.
Dia mengatakan, TPT mengalami peningkatan pada tamatan lainnya. Peningkatan TPT terbesar pada tamatan SD ke bawah yaitu naik 1,23 persen poin.
"Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT November 2025 mempunyai pola yang sedikit berbeda dengan Agustus 2025," ujarnya. (cr-4)
