GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Viral peristiwa anak SD nekat bunuh diri di Nusa Tenggara Barat karena masalah ekonomi mendapat banyak sorotan publik.
Diketahui, korban berinisial YBS, 10 tahun, nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri karena tak mampu membeli buku dan pena.
Dari informasi yang beredar, korban sempat menuliskan surat dalam secarik kertas, ditujukan kepada orang tuanya berisi kalimat perpisahan.
Kejadian miris ini turut disoroti oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Ia mengaku prihatin dengan apa yang dialami korban yang masih anak-anak, namun nekat mengakhiri hidup.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polda Banten dan Bapanas Sidak Lotte Mart Serang
"Tentu saya sangat prihatin ya," kata Andra Soni kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.
Andra Soni mengatakan, pendidikan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pihaknya memaksimalkan agar pendidikan di Provinsi Banten merata.
"Oleh karena itu Pemprov Banten selalu berusaha kaitan dengan dunia pendidikan salah satu yang menjadi fokus utama kami," kata dia.
Menurut Andra Soni, pada tahun 2025-2026 pihaknya mengklaim telah melaksanakan program sekolah gratis tingkat SMA hingga SMK. Nantinya program inj akan diluaskan.
Baca Juga: SMAN 3 Pandeglang Mulai Terapkan Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah bagi Siswa
"Tahun 2025-2026 kita telah mulai melaksanakan program sekolah gratis. Nah program sekolah gratis ini diperuntukkan untuk anak-anak SMA, SMK, dan SLTA, swasta yang ada di Provinsi Banten," ujarnya.
Lebih lanjut, Andra Soni mengklaim sebanyak 65 ribu pelajar di Banten telah menikmati program sekolah gratis yang disiapkan Pemprov itu.
"Dan insyaallah tahun ini akan bertambah jumlahnya dan juga rencana kita memperluas sampai dengan satuan pendidikan Aliyah insyaallah," ucap Andra.
"Mudah-mudahan permasalahan pendidikan perlahan-perlahan kita urai karena ini merupakan investasi jangka panjang," katanya.
Baca Juga: 34 KK Korban Longsor Cisarua Masih Bertahan di Pengungsian Menunggu Relokasi
Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan yang layak dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Disisi lain, ia juga menilai pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
"Jadi pendidikan bukan hanya sekedar konsumsi, tapi pendidikan juga merupakan investasi," ujar dia.
Diketahui, siswa kelas IV sekolah dasar (SD) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur itu, putus asa dengan kondisi yang dia alami setelah meminta uang Rp10 ribu kepada orangtuanya, namun tidak diberikan karena tidak mempunyai uang.
Akhirnya, siswa tersebut diduga bunuh diri dengan meninggalkan berkas yakni berupa tulisan di kertas untuk orangtuanya.
Kasus meninggalnya siswa di NTT diduga akibat bunuh diri karena tidak mampu membeli peralatan sekolah itu tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. (pan)