PT Vopak Indonesia sendiri merupakan bagian dari Royal Vopak, perusahaan penyimpanan tangki independen asal Belandayang telah beroperasi secara global.
Di Indonesia, Vopak menjalankan bisnisnya melalui skema perusahaan patungan (joint venture).
Salah satu mitra strategisnya adalah PT AKR Corporindo Tbk, dengan komposisi kepemilikan 51 persen Vopak-AKR dan 49 persen Vopak untuk terminal di Jakarta.
Selain itu, Royal Vopak juga menjajaki kerja sama dengan Chandra Asri Group, pemain utama industri petrokimia nasional.
Terminal Merak memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran utama bahan kimia cair curah, sekaligus berada di kawasan dengan konsentrasi fasilitas petrokimia tertinggi di Indonesia.
Bahan kimia cair yang dibongkar dari kapal tanker tersebut akan disimpan di tangki penimbunan, sebelum kemudian didistribusikan kembali kepada pemilik atau pengguna industri.
Lebih lanjut, pada Oktober 2020, PT Vopak Indonesia melakukan ekspansi besar-besaran dengan memperluas kapasitas terminal kimia di Merak dari semula 50.000 meter kubik menjadi 130.400 meter kubik.
Selain itu, perusahaan ini juga telah mengantongi berbagai sertifikasi resmi dari Bea Cukai, termasuk status Pusat Logistik Berikat (PLB).
Sertifikasi ini memungkinkan PT Vopak mengoperasikan gudang dan pusat logistik yang memberikan fleksibilitas tinggi bagi industri petrokimia dalam menyimpan bahan baku.
Secara internasional, Royal Vopak dikenal sebagai perusahaan dengan kinerja keselamatan tinggi dan standar operasional yang ketat dalam pengelolaan bahan kimia berbahaya.
Dalam mendukung operasionalnya, PT Vopak Terminal Merak di Cilegon dilengkapi dengan berbagai jenis tangki penyimpanan.
