JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Industri otomotif nasional diperkirakan menghadapi dinamika dan tantangan sepanjang 2026.
Kondisi pasar yang fluktuatif membuat sejumlah produsen kendaraan memilih bersikap lebih hati-hati, termasuk MG Motor Indonesia yang belum menetapkan target penjualan secara spesifik.
Sebagai salah satu merek asal China yang telah lima tahun beroperasi di Indonesia, MG masih mencermati perkembangan pasar sebelum menentukan langkah agresif.
Baca Juga: Bencana Longsor Bandung Barat, Deltalube Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Penjualan MG Masih Tertinggal dari Rival Baru
Berdasarkan data penjualan ritel Januari-Desember 2025, MG mencatat distribusi kendaraan ke konsumen sebanyak 1.856 unit.
Angka tersebut menempatkan MG di bawah beberapa merek pesaing, termasuk Geely yang baru masuk pasar Indonesia pada 2025 dengan penjualan 2.194 unit.

Kondisi tersebut menunjukkan persaingan ketat di segmen kendaraan elektrifikasi dan non-konvensional yang semakin ramai oleh pemain baru.
MG Pilih Tidak Pasang Target Penjualan
Menanggapi situasi pasar saat ini, Head of Marketing MG Motor Indonesia, Hary Kurniawan, menilai penetapan target penjualan di tengah kondisi yang dinamis perlu dilakukan dengan kehati-hatian.
“Kalau kita lihat kondisi pasar sekarang sangat dinamis ya. Tentu akan kurang bijak juga kalau menilai angka tertentu,” kata Hary saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meski tidak mematok angka penjualan untuk 2026, MG menegaskan tetap berkomitmen menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Terancam Naik, Chery Nilai Hybrid Bisa Jadi Alternatif Baru
