Meski begitu, persoalan air bersih masih menjadi kendala utama, terutama untuk keperluan memasak dan mencuci.
Saat ini, satu titik sumur bor telah selesai dibangun dan sudah bisa dimanfaatkan oleh beberapa kepala keluarga di RW 11. Untuk wilayah lain, pihak desa mengupayakan pemanfaatan mata air dengan bantuan pompa mesin.
"Warga yang dipulangkan sudah memiliki pasokan air, meski baru satu titik. Ke depan direncanakan ada 10 titik sumur. Untuk sementara, warga diminta menggunakan air secara hemat," ucap dia.
Baca Juga: 14 Rumah Warga di Lebak Banten Rusak Akibat Tanah Longsor
Salah satu pengungsi, Supendi, 56 tahun mengaku bersyukur bisa kembali ke rumah, meski pasokan air bersih masih terbatas.
"Rumah aman, enggak rusak. Cuma air bersih masih susah. Tadi pulang juga diantar petugas sambil bawa bantuan sembako dan bahan makanan," ujarnya. (gat)
