Namun demikian, sindrom Peter Pan disebut sebagai kondisi yang tidak mudah disembuhkan secara total.
Meski sulit untuk benar-benar hilang, berbagai pendekatan terapi dapat membantu pengidap meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam hal kesejahteraan emosional dan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan kehidupan dewasa.
Dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar juga menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan.
Tanpa dukungan tersebut, pengidap sindrom Peter Pan berpotensi terus terjebak dalam pola perilaku lama yang menghambat perkembangan pribadi.
Pengidap sindrom Peter Pan sendiri umumnya tumbuh dalam lingkungan keluarga dengan pola asuh orang tua yang sangat protektif atau permisif.
Orang tua yang terlalu permisif cenderung tidak memberikan batasan yang jelas kepada anak.
Akibatnya, seorang anak dapat tumbuh dengan keyakinan bahwa ia bebas melakukan apa pun tanpa konsekuensi.
Dalam beberapa kasus, orang tua juga tidak memberikan teguran atau sanksi saat anak melakukan kesalahan.
Bahkan, tak jarang orang tua justru menutupi atau menyelesaikan kesalahan yang diperbuat oleh sang anak.
Kondisi inilah yang kemudian berpotensi membentuk kepribadian yang sulit menerima tanggung jawab dan realitas kehidupan dewasa, sebagaimana yang kini diakui secara terbuka oleh Onadio Leonardo.
